Tentang AJAX

Sewaktu kenal dengan Ajax saya begitu terkagum kagum, bagaimana tidak berpindah halaman namun tidak refresh, loading sih loading cuma browser nya tidak refresh. hebat kataku waktu itu. dari situ saya bertekad untuk menguasai Ajax. ups… malah jadi cerita gini… :D

Pengertian Ajax
Menurut Kalimatnya Ajax merupakan singkatan dari Asyncronous Javascript XML
kalau saya sendiri sih lebih senang mengartikan Ajax adalah suatu teknik meload halaman tanpa refesh.
pernah lihat facebook ?
ya ketika kita posting status atau menjawab status orang lain kita klik ‘Share’ maka postingan akan segera tampil namun hebatnya halaman tidak refesh. nah seperti itulah contoh ajax.

kalau php kita klik akan refresh sebab jalan di server side
kalau javascript kita klik tidak refresh namun program hanya jalan di client side
nah ajax inilah yang merangkul keduanya
ketika kita klik di aplikasi ajax maka data akan terkirim ke server side sebagaimana php namun tidak refresh sebagaimana javascript tetep anteng , tapi data masuk
begitu kira2 ajax
di dalam suatu artikel yang saya baca ada kalimat: ” tidak mudah belajar Ajax percayalah”
agaknya kalimat tersebut tidaklah salah Mempelajari Ajax bukanlah hal yang mudah namun bukan juga merupakan hal yang sulit kalau kita mau belajar.

sebaiknya sebelum belajar Ajax disarankan mempelajari terlebih dahulu :

1. Javascript (wajib fardlu ain)
2. XML (terlebih jika datanya XML, maka ini juga wajib)
3. CSS (ini ngga wajib2 amat, yang penting kenal dikit lah, it’s ok)

udah nih , udah siap tempur?

jadi gini saya membagi Ajax ke dalam dua versi :
1. versi pure , atau asli ini murni bener2 javascript, ini kenapa dikatakan tidak mudah , ya ini sebab jika menggunakan versi pure ajax dengan javascript kudu konsentrasi rada tinggi terlebih yang pemula
2. versi framework, sekarang ini banyak framework-framework ajax berkeliaran di dunia maya. sebutlah yang populer jquery, atau motools, atau pula Xajax dan lain sebagainya. masing-masing menawarkan teknik ajax dengan script lebih simple .

terus kita pakai yang mana nih?

jawabannya kita lihat sikon dan siapa kita
misal sikon kita sedang membangung aplikasi bisnis gede dan waktu mepet maka kita gunakan versi framework
kalau misal waktu senggang dan kita ingin lebih menggali ajax maka saya sarankan memakai ajax pure sebab di situ kekuatan ajax akan tergali berbeda dengan framework yang tinggal memakai.
kemudian siapa kita, kita mau jadi programmer biasa atau luar biasa, kalau hanya programmer mampir di ajax mending pakai framework sebab simple dan efektif, namun kalau kita mau jadi programmer luar biasa sebaiknya kita pakai yang pure syukur-syukur bisa membuat framework sendiri. contoh kecil setingkat google apa mau pakai framework ajax? ya mending bikin sendiri yang lebih hebat kan gitu logika nya
kalau kita mau bener2 hebat ya jangan pakai framework , kita bikin framework. atau bisa pula mengembangkan framework yang sudah ada dimodif dan dikuatkan dengan kita . itu bisa top dibanding tinggal memakai.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s