3 Tips Berhasil Merantau

Ilustrasi sukses
sumber : jupiterimages.com

Segala sesuatu perlu ilmu, termasuk merantau. Merantau adalah pergi dan menetap di daerah yang bukan tempat kita. bisa jadi untuk keperluan belajar misal sekolah atau kuliah atau pula karena urusan bekerja semisal di daerah sendiri lahan pekerjaan di daerah sendiri kurang sehingga perlu pergi mencari kerja di kota, itu juga disebut merantau.

mahasiswa Jakarta yang kuliah di Jogjakarta disebut merantau

orang kampung daerah yang cari uang di kota Jakarta disebut merantau

tentu saja tujuan merantau adalah agar bisa berhasil mencapai apa yang menjadi tujuan sewaktu berangkat.

Ilustrasi Merantau
Ilustrasi Merantau

mahasiswa dikatakanberhasil merantau kuliah jika mendapat prestasi yang memuaskan

orang kampung daerah yang merantau kerja dikatakan berhasil jika memperoleh hasil yang banyak

siapapun orangnya, kemanapun tempatnya dan apapun tujuannya untuk menjadi berhasil merantau setidaknya ada 3 hal yang harus diperhatikan jika orang itu ingin berhasil

3  Hal itu adalah :

1. Kerja keras dan pantang menyerah

Ini adalah inti dari keberhasilan merantau, kerja keras.  Pak Dahlan Iskan menteri BUMN sekarang pernah mengatakan kunci sukses ada dua, yakni :  kerja keras dan fokus. kerja keras adalah mengerahkan segenap kemampuan baik tenaga maupun pikiran untuk mencapai tujuan. sedangkan fokus adalah memikirkan sesuatu tertuju pada satu hal.bukan dikatakan fokus jika memikirkan banyak hal.

Ilustrasi kerja keras
kerja keras, sumber : jupiterimages.com

bagi mahasiswa kerja keras adalah belajar keras, belajar siang dan malam. untuk menjadi pintar sebetulnya tidak sulit kuncinya hanya kemauan untuk membuka buku dan membaca. kalau dia mau membuka buku dan membacanya siang dan malam tidak sulit sebetulnya untuk menjadi pintar. masalahnya hanya pada kemauan. terlebih sekarang zaman informasi dimana di internet bertebaran informasi apapun yang kita inginkan. orang unggul di kelas biasanya karena unggul di dalam belajar, dimana orang lain belajar 1 jam dia akan mengungguli dengan belajar 2 jam. dimana orang terlelap dalam tidur dia mengungguli dengan bangun malam dan membuka buku, subhanallah alangkah cepatnya ilmu masuk di waktu dini hari.

Bagi pekerja, point ini sangat menentukan keberhasilan di dalam merantau. kita semua punya waktu sama yakni 24 jam sehari dan 7 hari di dalam seminggu tapi hasil masing-masing orang lain-lain. faktor utama pembeda ini adalah perbedaan kerja keras antar individu. ada yang kerjanya santai-santai, ada yang kerjanya hanya dari pagi sampai sore , ada yang setelah pulang malamnya mencari sampingan, ada pula yang kerja keras banting tulang tidak kenal waktu demi masa depan keluarganya. kerja keraslah yang membedakan. dengan bekerja keras kita bisa menafkahi anak istri kita, kita tentu tidak ingin bukan keluarga kita kekurangan di kota Jakarta ini, kalau di kampung masih mending tidak punya beras ada tetangga yang berbaik hati tapi di Jakarta jarang tetangga yang mau seperti itu , ada tapi jarang. kita harus survive di sini harus bekerja keras memeras otak bagaimana caranya agar anak istriku di sini bisa makan anak bisa sekolah ke pendidikan yang tinggi, bagaimana caranya,  itu PR kita sebagai kepala keluarga

Di dalam bahasa Islam dikatakan : “Bekerjalah untuk duniamu seakan akan kamu hidup selamanya”

kita harus kerja keras untuk itu, istri kita perlu kebutuhan , anak kita perlu pendidikan yang tinggi bahkan harus lebih tinggi dari pendidikan kita. kita jangan santai2, kebutuhan tidak hanya makan, masih banyak kebutuhan yang lain , apakah kita tidak ingin naik haji syukur bisa mengajak orang tua kita, tentu kita ingin , bekerja keraslah kalau begitu.Di tempat kita bekerja tunjukkanlah etos kerja kita jangan pernah malas, dimanapun tempat kerja kita di pabrik di kantor harus semangat kerja.

suatu ketika saat membuka facebook ada salah satu status yang membuatku tersenyum:

“Gajian itu ibarat menstruasi, datangnya sebulan sekali dan bertahannya hanya seminggu”

Selain kerja keras kita harus punya sampingan, pertanyaan  kita adalah apakah gaji kita cukup?  maaf kebanyakan dari kita bergaji pas2 an, baru setengah bulan sudah menunggu akhir bulan untuk gajian, begitu setiap bulan

Kalau gaji kita tidak cukup kenapa kita tidak mencari  kerja sampingan? tidak perlu malu untuk mencari sampingan, yang penting tidak mengganggu waktu kerja kita itu sah sah saja. sabtu minggu kita libur manfaatkan buat cari sampingan, hasilnya ditabung sedikit demi sedikit. salah seorang teman mengatakan ” Emang kalau kita kelaparan orang lain mau peduli, emang kalau anak kita sakit orang lain mau bantu?” motivasi ini lah yang mendorong dia dan istrinya kerja keras. kita harus berdiri di atas kaki sendiri seperih apapun jangan sampai menjadi beban orang lain. kerja keras kesimpulannya.

Bisa apa kita? dagang? ya sudah dagang apa saja, istri bisa masak , kerja sama dengan istri, istri masak kita yang nitipkan ke warung tidak perlu malu

Di dalam buku “Jangan mau seumur hidup jadi orang gajian” karangan Valentino dinsi diceritakan kebanyakan orang berhasil itu karena wirausaha. dicontohkan dalam buku tersebut kisah orang2 sukses dengan berwiraswasta seperti Aa Gym dan banyak yang lainnya.

apakah karena wirausaha harus keluar dari bekerja ?

tidak perlu

Di dalam buku “Siapa bilang jadi karyawan ngga bisa kaya?” karangan Safir Senduk sebagai pengimbang buku di atas mengatakan sekalipun karyawan sebetulnya tidak selamanya hidupnya statis bahkan bisa menjadi lebih dari berkecukupan salah satunya adalah mencari usaha sampingan.

Mas Dodo saat bakti sosial
Mas Dodo saat bakti sosial

salah seorang yang kukenal baik namanya Mas Dodo, sekeluar dari perusahaan ku MUC beliau mendirikan perusahaan sendiri , padahal di MUC dulu sebagai assisten Manager. masih muda belum menikah. beliau lulusan S2 dengan cum laude dan sekarang menjadi dosen tetap di UI.  yang patut menjadi contoh adalah beliau tidak malu untuk berjualan bross atau peniti. kadang ditawarkan ke temannya di MUC atau di kampus, bahkan aku dan istri pernah melihatnya berjualan di emperan waktu gedung PP ulang tahun dengan mengenakan kaos seperti orang biasa. beliau sama sekali tidak malu berjualan bross dengan menggelar jualannya. dan alhamdulillah tahun lalu 2011 beliau sudah melaksanakan rukun islam yang kelima Haji.

Ibu kontrakan dan Bapak kontrakanku yang dulu di pulo gadung adalah termasuk orang yang patut menjadi contoh. bagaimana tidak mereka sudah mempunyai kontrakan namun masih saja kerja keras. si bapak jam 3 pagi sudah berangkat kerja , waktu anakku rewel tidak bisa tidur kerap aku menjumpai beliau berangkat saat pagi2 buta. sepulang dari kerja adalah siang, beliau gunakan untuk membuat roti. dulu adalah donat seharga 1000 rupiah. bapak membuat donut sendiri dibungkus plastik oleh ibu , menjelang sore giliran ibu kontrakan yang keliling menjajakan dagangan donutnya, pernah aku tidak sengaja berjumpa dengan beliau saat pulang dari jualan kelilingnya. bener2 keliling jalan kaki. sungguh luar biasa,  beberapa tahun yang lalu malah si bapak setelah membuat donut sorenya berangkat kerja lagi di lain tempat. kerja keras suami istri ini patut ditiru. sudah bekerja, dan mempunyai kontrakan masih saja mau jualan donut keliling jalan kaki. hingga akhirnya tahun kemarin si bapak sms bahwa tahun 2014 nanti insya Allah bapak dan ibu akan berangkat haji. subhanallah

Memang harus bekerja keras untuk mendapatkan apa yang kita inginkan.  ibarat orang berlari akan cepat sampai tujuan dibandingkan dengan orang yang berjalan dengan leha-leha. selagi kita muda bekerja keras agar kelak di masa tua kita bisa menikmati hasil jerih payah kita.

2. Investasikan ke pendidikan

Ilustrasi Pendidikan
Ilustrasi Pendidikan

Pendidikan bukanlah segalanya, namun segalanya berawal dari pendidikan. begitu sebuah kalimat yang pernah aku baca. memang benar segalanya berawal dari pendidikan. kalau kita perhatikan maaf orang yang lulusan SD pola pikirnya akan lain dengan lulusan SMP orang yang lulusan SMP akan lain dengan orang yang lulusan SMA.  semakin tinggi pendidikan maka akan semakin baik pula pola pikirnya.

Sebagai orang perantauan yang benar-benar berdiri sendiri akan lebih baik jika menginvestasikan ke pendidikan. semisal contoh adalah melanjutkan kuliah. buat apakah kuliah ?apakah buat ijazah? bisa jadi iya atau buat gelar? bisa jadi iya tapi bukan itu permasalahan intinya. inti dari pendidikan menurutku adalah perbaikan pola pikir. percuma punya ijazah dan gelar kalau pola pikirnya tidak berubah, setidaknya yang tadinya kita berpikir sempit menjadi luas yang tadinya semrawut menjadi sistematis. dengan begitu ketika kita menghadapi masalah kita dapat memecahkan dengan tidak sulit. kita tahu step step bagaimana cara memecahkan masalah.  bukankah kita hidup selalu pasti ada masalah? ada masalah keluarga, keuangan, masalah dengan teman, tetangga dan lain sebagainya. semua ini akan sulit kita pecahkan jika ilmu kita pas pasan. kebutuhan hidup kita bertambah kesulitan masalah bertambah kalau ilmu kita tidak bertambah maka menurut Aa gym pasti stres kita yang bertambah.

sumber : jupiterimages.com
sumber : jupiterimages.com

Bukakah dalam hadits  dikatakan : “Tuntutlah ilmu dari bayi sampai ke liang lahat”

Jika ada sisa uang tabunglah dulu, jangan dibuat foya2. tahun depan buat daftar kuliah. ambil waktu kuliah yang kira2 tidak begitu mengganggu waktu kerja misal kelas malam atau kelas ekstensi. tidak apa apa tidak punya barang seperti motor atau blackberry yang penting kita punya ilmu pendidikan.  justru itu nanti yang akan bermanfaat bagi kita ke depannya. ada uang lagi belikanlah buku, buku apa saja sesuai minat dan bakat kita.

Tidak sedikit kisah mengenai orang lulusan SMA dari kampung kemudian kerja di jakarta sambil kuliah dan setelah kuliah rezekinya semakin membaik.

Teguh arifudin
Teguh Arifudin

Mengenai buku aku ada kisah, Adalah Teguh Arifudin seorang teman programmer yang pernah kukenal, asli Bandung aku menyebutnya dia programmer yang profesional karena dia mengerjakan tugas dengan baik dan disiplin. dia satu-satunya programmer disiplin yang pernah kukenal, waktu aku dan dia satu kerjaan dia selalu tepat waktu jam 8 sudah datang  dan jarang terlambat, pulangnya pun tepat waktu jam 5.

Dia pernah bercerita padaku bahwa asal muasal dia belajar pemrograman adalah dulu membeli buku pemrograman seharga 30.000 dia pelajari sendiri dan yang akhirnya sekarang dia sudah menghasilkan jutaan rupiah dari hasil website yang dia kerjakan. luar biasa hanya investasi 30.000 hasil kembalinya jutaan rupiah.

begitupun waktu aku sowan ke Habib Soleh Condet,  aku disuguhi kue buatan istrinya rasanya enak sekali, sangat enak menurutku. waktu aku sedang memijat beliau, beliau bercerita bahwa istrinya dulu membaca buku masakan dicobanya berulang2 hingga sekarang kuenya banyak pesanan.

jangan sepelekan buku. kita membeli buku adalah salah satu investasi ilmu. tapi dengan catatan buku itu dibaca. dibaca dipahami dan dipraktekan insya Allah akan manfaat.

3. Berakhlak yang baik

Akhlak Muslim
Akhlak Muslim

Point ketiga ini adalah pondasi, rumah yang kokoh perlu pondasi yang kuat. sama hal nya orang merantau. Akhlak adalah pondasi yang memegang peranan penting dalam berbagai hal. orang perantauan adalah pendatang. orang pendatang harusnya punya sikap dan etika yang baik kepada siapapun baik sesama pendatang maupun warga pribumi. kita tentu ingin kedatangan kita diterima

Bahasa islam mengatakan : “Barang Siapa yang tidak ada adab maka dia seperti lalat”

Kalau kita berlaku sopan santun orang lain akan mudah menerima kita. Dosenku mengatakan “orang itu tergantung bagaimana kita” kita sopan orang pun akan menerima, sebagaimana ada orang lain bersikap sopan dengan kita tentu kita akan hormat.

Kita merantau bukan hanya mencari uang namun perlu juga bersosialisasi baik di tempat tinggal kontrakan, rumah ataupun di tempat kerja bersama teman kerja.

pepatah Indonesia mengatakan : “Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung”, dimanapun kita berada dimanapun kita merantau tetaplah kita junjung tinggi akhlak kita.

Akhlak cakupannya luas namun setidaknya ada 3 point akhlak yang perlu kita pentingkan, yakni :

Jujur disayang Allah
Jujur disayang Allah

a. Jujur, jadilah orang jujur di manapun jangan pernah berbohong, sekali lagi jangan pernah berbohong, di tempat kerja jadilah orang jujur dan amanah. seandainya kita menjadi atasan kita mempunyai bawahan, tentu kita akan senang jika mempunyai bawahan yang jujur. jadilah orang jujur dimanapun ,kita akan beruntung. kalau kita menjadi orang jujur kita akan dipercaya. bukankah sifat wajib bagi Rasul yang pertama adalah Shiddiq artinya jujur atau benar.

Dosenku mengatakan “Indonesia ini dari sabang sampai Merauke orang pintar banyak, yang sedikit orang jujur”. sangat sedikit orang jujur di zaman ini .

waktu sowan(berkunjung) ke Abah Faqih Kyai pengasuh pondok pesantren dimana aku belajar, beliau berpesan : “Jadilah orang jujur, orang jujur sekarang antik. punyailah sifat Shiddiq, tabligh, amanah dan Fathonah”

Bukankah Rasul mengatakan : “katakanlah yang haq sekalipun itu pahit”

terkadang orang tidak jujur itu karena takut karena salah, namun sekali kita tidak jujur hati kita tidak enak, tidak nyaman. berbeda dengan orang jujur apa adanya kalau salah bilang salah tidak apa apa dengan salah namanya juga manusia setelah itu minta maaf dan berhati hati usahakan jangan mengulangi lagi

Tidak mudah untuk menjadi orang jujur, butuh perjuangan, namun itu bukan berarti tidak bisa. kalau kita jujur hati akan tenang nyaman tidak kuatir dengan apapun. tidak ada sejarahnya orang jujur itu celaka. iya kelihatannya waktu awal namun untuk sesudahnya hanya keberuntungan yang akan didapat oleh orang yang jujur. Aku yakin Allah mencintai orang yang jujur. sehingga aku pun pernah memimpikan untuk bisa hidup dan mati menjadi orang jujur.

Ramah
Ramah

b. Ramah dan sopan santun, jagalah lisan dengan baik jangan pernah menyakiti hati orang lain, sekiranya kita tidak sengaja meyinggung perasannya segeralah minta maaf sekalipun usianya di bawah kita,  jangan sampai terbawa ke akhirat. hormati orang yang lebih tua menghargai sesama dan menyayangi yang lebih muda. ini adalah rumus hidup dimanapun kita berada.saat mencari kontrakan, mencari kerja orang ramah dan sopan insya Allah akan tidak begitu sulit mencarinya. tidak jarang ada warga pribumi yang mengeluhkan perilaku kita sebagai perantauan yang kurang sopan sehingga memicu konflik. ingat kita perantauan bersikap baik pun kita bisa dimusuhi terlebih kita tidak baik. bersikaplah sopan kepada siapapun baik kepada pribumi maupun sesama perantauan. salah satu tips menjadi orang ramah paling mudah adalah dengan mudah tersenyum, mudah bukan. usahakan senyum yang ikhlas bukan sekedar basa basi namun tulus. menurut salah seorang teman salah satu ciri senyum yang bukan basa basi adalah senyum yang kelihatan giginya.

Bukankah hadits mengatakan : “Senyummu untuk saudaramu adalah ibadah bagimu”

Ilustrasi Silaturahim
Ilustrasi Silaturahim

c. Menjalin silaturahmi, kelihatannya sepele, apa sih gunanya, tapi bagi orang yang memahami dunia bisnis, menjalin silaturahmi adalah perkara penting. Ada seorang temanku yang masuk kerja karena informasi dari temannya, ada pula seorang programmer mendapat project sebab mendapat kenalan dari temannya. silaturahmi membuka jalan rezeki

Di dalam kitab Akhlaku lil banin, dikatakan : “Barang siapa yang ingin panjang umur dan banyak rezeki maka sambunglah silaturahmi”

Belum ada satu minggu ini saat aku training dengan Pak Rahmat Zahir , pak Erik, seorang marketing MUC ketika mengetahui aku training dengan Zahir minta berkenalan dengannya, Pak Rahmat adalah seorang marketing Zahir yang sebelumnya adalah bagian trainer. mereka pun berkenalan saat bertemu dan kita bertiga makan siang bersama di warung emak sebelah MUC yang akhirnya menyerempet ke arah kerja sama, Pak Eric mengatakan bila ada klien Zahir butuh jasa konsultant pajak bisa direkomendasikan ke MUC, begitupun Pak Eric mengatakan bila ada klien butuh software akunting maka akan merekomendasikan Zahir, sebagaimana yang telah dilakukan MUC merekomendasikan Zahir pada klien Nissui. tentu disambut dengan gembira oleh Pak Rahmat, dengan silaturahmi begini maka akan menguntungkan kedua belah pihak.

bagi orang perantauan, menyambung silaturahmi adalah penting, selain kaitan dengan rezeki, kita pun akan serasa tidak sendirian di perantauan. dengan berkenalan dan bersaudara dengan sesama perantauan tentu akan lebih menguatkan hati kita atau dengan bersahabat warga pribumi tentu akan lebih membuat nyaman kita.

Ilustasi struktur kaitan Akhlak dengan yang lain
Ilustasi struktur kaitan Akhlak dengan yang lain

Ibu kontrakanku yang dulu di pulo gadung adalah salah satu contoh orang yang menyambung silaturahmi, beliau baik kepada siapapun. sering mengantar makanan ke tempatku waktu aku ngontrak di sana, bahkan sering pula mengajak aku makan di rumahnya. waktu aku pindah kontrakan yang sekarang di pasar rebo pun beliau bersama bapak kontrakan atau suaminya mengantarkanku dari belakang. sangat jarang seorang ibu kontrakan mau mengantarkan orang yang pernah mengontrak untuk pindah kontrakan. wal hasil aku dan istri pun selalu merindukan untuk bersilaturahmi kepadanya. akan indah jika kita sebagai perantauan saling menyambung silaturahmi. kita merantau tidak hanya mencari uang namun mencari teman, kita di perantauan tentu suatu saat butuh peran dan pertolongan orang lain saat kita atau keluarga sakit kita butuh orang lain,  atau saat pindah kontrakan kita repot kita tentu butuh yang lain, begitupun sebaliknya suatu kebahagiaan bila kita bisa menolong orang lain jika membutuhkan, budaya saling tolong menolong ini lah yang membuat kuat kita di perantauan.

Demikian 3 tips dariku agar bisa berhasil merantau.

mengenai shalat dan berdoa tidak perlu aku masukkan sebab aku yakin siapapun orang yang ingin berhasil merantau pasti berdoa agar diberi keberhasilan

termasuk mempunyai motivasi dan impian aku tidak masukkan sebab orang merantau setidaknya sudah menyiapkan impian dan motivasi dari awal

mohon maaf bila aku ada salah kata

tulisan ini aku buat menurut versiku

Akhirnya terima kasih sudah membaca tulisanku ini

15 Januari 2012

Mahrizal

34 thoughts on “3 Tips Berhasil Merantau

  1. subhanallah, memang benar adanya kalau kita berpegang teguh pada 3 point usaha di atas, tak lupa sisipkan ibadah dan doa agar hati tidaklah kosong.

    Suka

  2. besok senin adalah pertama kalinya saya merantau ke ibukota.. banyak yang berkecamuk di kepala saya, karena ini adalah pertama kali dan sudah sejak lama saya tinggal di jogja..makasih tulisan mas membantu saya untuk lebih siap …

    Suka

  3. Kalo orang2 tua yang di pasar menggenjot sepeda itu menurut saya adalah justru pekerja2 keras mas..
    dan bukan orang yg di waktu muda ongkang2 kaki…

    mereka adalah tipikal2 orang yang suka bekerja,kendati byk yg sudah tua tapi jika punya jiwa kerja mereka ga bisa kalo cuma duduk2 saja,bahkan kalo sudah di cukupi pun oleh anaknya.(spt contoh ibu & bpk kost yg jualan donut itu.)

    Apalagi jaman skrg masih byk pasangan muda yg masih blm mampu mandiri. Klo kita lebih jeli , byk org yg bekerja pada org tuanya sdri, entah itu bantu jualan atau apa menjalankan usaha ortunya dan seperti layaknya ikut org lain mereka itu di gaji juga atau di beri uang.

    Sah2 aja sih bekerja ikut ortu tapi bagi saya itu kurang memupuk jiwa kemandirian.
    Kecuali mmg ortu udah ga ada dan kita ambil alih utk nerusin usahanya itu beda lagi.

    -hanya sudut pandang –

    Suka

    1. Benar saya setuju orang2 tua yang di pasar menggenjot sepeda adalah pekerja keras
      dimana para orang2 tua yang lain sedang terlelap dalam tidur

      Terima kasih atas komennya mas

      Suka

  4. Mohon maaf sebelumnya mas jangan marah ya Menurut saya Setelah saya membaca artikel anda ini contoh sangat tidak baik bagi orang yang pikirannya pendek :
    1. mengapa kita harus merantau ketempat orang sedang di tempat kita Allah SWT telah melimpah kan rahmatNya agar kita bisa memanfaatkannya berarti orang yang merantau itu orang yang serakah akan harta yang iya peroleh untuk memperkaya diri sendiri tanpa memikir nasib hidup sipribumi dengan berbagi cara itu sama saja mempersempit kehidupan si-pribumi ( penjajah di negeri sendiri )
    2. merantau artinya Urbanisasi dimana sekarang ini menjadi permasalahan di kota2 besar dimana orang saling berlomba untuk memperoleh harta yang artinya dia lebih mementingkan harta dari pada lingkungan dan diri sendiri sehingga berdampak pada ekosistem yang jadi semeraut.
    3. Merantau artinya kita hidup laksana mimpi, dimana kehidupan/impian yang kita jalani belum tentu menjadi kenyataan memang diantara 1000 orang perantau mungkin yang berhasil sukses 1-2 orang aja yang itu pun dia bernasip baik artinya itu sudah merupakan garis kehidupannya.
    4. kebanyakan orang yang sukses dan kaya dia bisa memanfaatkan lingkungan disekitar dia, selalu mensyukuri apa yang dia peroleh, bertawakal, beribadah dan berdo’a. yah kerja keras tentunya.
    tip saya ingin hidup makmur pepatah mengatakan jagan sampai kehidupan kita seperti ” besar pasak dari pada tiang atau gali lobang tutup lobang ” ….
    oke itu aja komen darisaya soalnya mas mahrizal kepedean sih jadi saya komennya pro aja jd mohon maaf lagi sebelumnya saya juga mau dikomentari asal tidak jorok aja ya. thanks

    Suka

    1. Terima kasih mas atas komen nya
      Ngga ko saya ngga marah, kita sharing pendapat aja, saya tanggapin ya boleh ya mas

      1. mengapa kita harus merantau ketempat orang sedang di tempat kita Allah SWT telah melimpah kan rahmatNya agar kita bisa memanfaatkannya berarti orang yang merantau itu orang yang serakah akan harta yang iya peroleh untuk memperkaya diri sendiri tanpa memikir nasib hidup sipribumi dengan berbagi cara itu sama saja mempersempit kehidupan si-pribumi ( penjajah di negeri sendiri )

      Jawab satu2 mas ya
      Mengapa orang merantau, Alasannya macam2 tergantung, tujuan merantau
      Kalau merantau karena cari kerja itu karena tidak luasnya kesempatan kerja di daerahnya. Kebutuhan setiap hari selalu ada sedangkan pekerjaan di daerahnya sedikit itu mengapa orang banyak yang merantau. Bukan serakah tapi karena kebutuhan, kalau di daerahnya banyak kesempatan ngapain merantau, logis kan ?
      Sedangkan bagi yang dagang kenapa merantau, karena mencari daerah yang ramai orang, ambil contoh dagang makanan di desa dengan di kota , penghasilan jelas beda karena di kota karena ramai orang. Sedangkan di desa orangnya sedikit penghasilan sedikit sementara anak istri setiap hari kebutuhan akhirnya mau tak mau merantau demi keluarga, logis juga kan

      Kalau mempersempit pribumi atau menjajah, ngga deh, bukannya malah untung ya, pribumi dapat uang dari kita ngontrak, mereka bisa berjualan nasi uduk buat kita yang pagi2 tidak masak, warung2 mereka tambah laku karena kita beli sabun dll di warung mereka.yang ada malah perekonomian mereka tambah maju, kalau ada yang tanya ko mereka semakin tergerus, ya itu salah mereka , karena leha2 dalam hidup, kalau mereka mau kerja keras kehidupan mereka tidak akan sempit insya Allah.

      2. merantau artinya Urbanisasi dimana sekarang ini menjadi permasalahan di kota2 besar dimana orang saling berlomba untuk memperoleh harta yang artinya dia lebih mementingkan harta dari pada lingkungan dan diri sendiri sehingga berdampak pada ekosistem yang jadi semeraut.

      Tidak semua orang seperti itu, tergantung pribadi orangnya dan lingkungannya, rata2 orang merantau malah tidak berlomba asal bisa memenuhi kebutuhan maka dirasa cukup, kalau orangnya care pada lingkungan hal itu tidak terjadi ko, di tempat tinggalku sekarang orang pribumi betawi rukun dengan orang2 pendatang, saling menjaga, mushola masih ramai, kumpulan RT rutin tiap bulan, masih ada budaya tahlilan, tidak ada ekosistem yang semrawut, tergantung kita sebetulnya kalau kita baik dimanapun kita bisa diterima.

      3. Merantau artinya kita hidup laksana mimpi, dimana kehidupan/impian yang kita jalani belum tentu menjadi kenyataan memang diantara 1000 orang perantau mungkin yang berhasil sukses 1-2 orang aja yang itu pun dia bernasip baik artinya itu sudah merupakan garis kehidupannya.

      Mungkin bukan mimpi ya, tapi lebih ke perjuangan hidup, dan kenapa ada yang berhasil ada yang tidak, hakikatnya memang dari Allah tapi syariatnya dari kerja keras masing2. Seperti tulisan di atas, ada yang malam nya santai ada yang malamnya masih banting tulang, hasilnya jelas beda kan? Dan Allah Maha Adil dan Tidak pernah tidur melihat hamba-Nya mana yang kerja normal dengan benar2 kerja keras.

      4. kebanyakan orang yang sukses dan kaya dia bisa memanfaatkan lingkungan disekitar dia, selalu mensyukuri apa yang dia peroleh, bertawakal, beribadah dan berdo’a. yah kerja keras tentunya.

      Urutannya kebalik deh mas, pertama Berdoa, Beribadah, kerja keras, bisa memanfaatkan lingkungan dan setelah ikhtiar terakhir baru tawakkal atau pasrah

      Mas Moris terima kasih banyak ya komen dan masukannya

      Suka

  5. mantap mas artikelnya. tapi ada yg masih mengganjal saya adalah, tentang silaturahmi. sedangkan saya orangnya introvert. bagaimana solusinya? soalnya bentar lag isay mau ke luar kota

    Suka

    1. solusinya mencoba membuka diri mas, memang tidak mudah tapi pelan2 kita coba mulai dari shalat jamaah di masjid atau mushola , senyum ketemu orang , kalau tahu namanya sapa dengan namanya.

      kalau kita datang dari pulang kampung bawa oleh2 untuk diberikan sebagian ke tetangga, kalau ada rezeki lebih belikan sesuatu untuk tetangga misal susu atau kue, sering2 berinteraksi, sering2 baca buku tentang cara berkomunikasi, kemudian praktekkan.

      kalau ada tetangga yang butuh bantuan jangan segan2 untuk nolong, prinsipnya ialah jadilah orang baik dimanapun, salah satu ciri orang baik ialah ramah, murah senyum, suka menyapa, suka menolong dan pandai berkomunikasi.

      satu hal yang penting ialah kenalilah nama tetangga kita. jangan sampai kita menyapa tapi tidak tahu namanya. kalau berani kenalanlah tanya namanya , kalau tidak berani coba tanya orang lain. sebab dengan tahu namanya bisa menambah hubungan dekat kita. antara “mari pak” dengan “mari pak atmo”, beda kan? orang akan senang kalau kita tahu namanya. Demikian semoga berhasil dalam merantau nanti.

      Suka

  6. Saya suka artikelnya… tetapi saya benci pas baca yang bapak -bapak kerja tukang becak itu, menurut saya jangan skali2 memandang rendah pekerjaan orang mas itu sama saja memperlihatkan rendahnya dirisendiri, hargai perkerjaan orang walau apapun pekerjaannya dan jangan pernah meremehkannya….

    Suka

    1. Terima kasih mas, tukang becak yang mana ya mas , saya ko ngga menuliskan tukang becak ya mas
      yang ada orang yang malam2 masih ke pasar kerja keras padahal dari segi usia sudah saatnya untuk beristirahat menikmati hasil
      satu sisi bagus karena menunjukkan orang itu adalah pekerja keras, bukan pemalas, sampai malam2 bangun
      satu sisi, lihat diri kita, apakah kita mau saat kita tua nanti masih harus seperti itu

      Btw, terima kasih masukannnya

      Suka

  7. Trima kasih….insyaallah…tulisan ini smoga brmanfaat buat smua yg membacanya trlebih untuk sy pribadi…smoga apa yg d impikan mnjadi kenyataan di esok hari…
    Salam…..

    Suka

  8. Orang merantau, pasti punya cerita, kisah, dan kenangan yang patut ia bagikan. Terima kasih Bapak Mahrizal, untuk kisah yang bermanfaat. I like it. 🙂

    Salam,
    -My Surya-

    Suka

    1. Bagus mba blog nya
      saya baru saja baca tulisan terbaru tentang proses menulis
      saya suka cara mba menulis, terlihat menulis dengan tenang, jujur apa adanya dan mengalir dari hati.
      Membuat saya yang membaca ikut tenang dan mengalir membacanya sampai selesai.

      Excellent mba enie handyas…

      Tulisan2 di bawahnya puitis saya suka….

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s