Cara Membersihkan Lantai yang Terkena Najis Pipis Bayi atau Balita Secara Syar’i

Kalau kita punya Bayi atau Balita sudah hal biasa kalau anak kita sedang pipis di lantai.

Bagaimana sih cara membersihkan lantai yang terkena pipis secara syar’i ?

1. Apabila balita kita pipis di lantai, keringkan pipis tersebut dengan cara di lap dengan lap yang kering, dengan demikian air pipis akan terserap di lap tersebut

2. Bersihkan bekas lantai yang terkena pipis yang sudah kering tersebut dengan lap basah. Caranya ambil lap yang bersih basahi dengan air kemudian lap lantai tersebut yang tadi terkena pipis, akan lebih baik ulangi dilap basah sekali lagi agar yakin sudah suci lantainya.

yang perlu diperhatikan adalah saat balita pipis biasanya pipis nya nyiprat atau ke area sekitar nya , meski hanya titik titik air pipis namun tetep itu najis yang harus dibersihkan atau disucikan.

Cara tersebut bisa dipakai juga untuk membersihkan najis lain misal (maaf) eek (kotoran buang air besar) dari balita. caranya sama, buang kotoran eek nya, dengan cara pakai kertas atau lap . usahakan kotoran nya keangkat semua sehingga lantai menjadi kering

kemudian dilanjutkan langkah kedua yakni dilap dengan lap yang basah, ini gunanya untuk menghilangkan sisa nya yang mengering dan menghilangkan bau

Cara yang Salah

Ada cara yang salah dengan cara membersihkan, yaitu :

Ada air pipis di lantai kemudian langsung di lap dengan lap basah , maka yang ada air pipis nya menyebar kemana2 disebabkan belum kering .

Masalah ini serius banyak orang yang belum tahu hanya dengan sekali lap padahal najisnya belum hilang, kalau lantai masih najis maka kaki kita yang basah saat menginjaknya pun menjadi najis, kaki kita yang najis melangkah kemana2 maka setiap lantai yang kita injak bisa menjadi najis karena kaki kita sudah terkena najis. Bahkan kalau kita shalat dengan kaki yang masih ada najis maka tidak sah shalat kita.

Kesimpulan

Untuk menghilangkan najis apapun baik pipis bayi, eek bayi, muntah, atau najis yang lain maka syarat pertama harus hilang dulu dzahir nya atau benda nya yakni yang bisa dilihat mata, kalau air pipis maka hilangkan dengan diserap agar kering, bila eek maka diambil agar hilang , bila muntah maka dilap kering agar kering, kemudian setelah dzahir nya hilang langkah kedua dibersihkan dengan lap basah dengan demikian bau nya hilang sisa2 nya pun hilang akan lebih baik diulangi sekali lagi dengan lap basah agar yakin suci.  Dengan demikian lantai kita pun kembali menjadi suci.

Catatan Sekilas tentang Najis

Pipis bayi itu najis ada yang  najis mukhaffafah (najis ringan) ada pula najis mutawasithah (najis sedang)

Najis Mukhaffafah yaitu Najis ringan , pipis nya bayi laki-laki usia 2 tahun atau di bawah 2 tahun yang belum makan apa2  hanya ASI atau Air Susu Ibu, kalau sekarang bahasa nya ASI exclusive.  cara menghilangkan nya cukup dengan mencipratkan air pada bagian yang terkena najis mukhaffafah. misal baju kita terkena pipis bayi yang baru berumur sebulan yang masih ASI exclusive maka baju kita cukup kita ciprati air saja.

Sedangkan Najis Mutawassithah yaitu Najis sedang,  Diantaranya :

1) Sesuatu yang keluar dari Qubul atau Dubur kecuali Mani atau Sperma, contoh misal Pipis bayi yang di atas 2 tahun atau di bawah 2 tahun tapi sudah makan (tidak hanya ASI), kotoran manusia, kotoran hewan

2) Muntah

3) Darah

4) Nanah

5) Khamr

6) Bangkai, kecuali bangkai ikan, bangkai belalang dan mayat manusia

Apabila terkena najis di atas cara mensucikannya yaitu dengan menghilangkan warna, rasa dan bau  najis tersebut.

Misal di lantai maka seperti dijelaskan di atas, dihilangkan dulu najisnya kemudian dilap dengan kain basah, agar bau dan rasanya hilang untuk meyakinkan boleh diulangi lagi dilap dengan kain basah sehingga yakin sudah suci

Apabila di baju maka hilangkan najisnya kemudian guyur pakai air , akan lebih mantap kalau setelah itu dicuci dengan sabun agar bau nya hilang

Apabila air dalam bak mandi atau ember atau bak, maka lihat apakah air sudah ada 2 kullah (2 kullah = 60 cm panjang, 60 cm lebar, 60 cm tinggi), jika tidak ada 2 kullah maka air tersebut najis seluruhnya, jika air tersebut lebih dari 2 kullah maka tentukan apakah berubah rasa , warna dan baunya, jika berubah maka najis jika tidak berubah maka tidak najis.

contoh kasus misal ada bak mandi kejatuhan bangkai cicak maka tentukan apakah air ada 2 kullah, kalau tidak ada maka najis , atau airnya hanya seember maka najis semua, tapi bila lebih 2 kullah misal kolam yang gede maka dilihat apakah berubah warna , rasa dan baunya, jika iya maka najis namun bila tidak maka tidak najis. begitu pula bila kejatuhan najis lain misal bangkai tikus, darah, dsb.

Najis selanjutnya Najis Mughaladhah atau najis berat, yaitu najisnya anjing dan babi

cara mensucikannya yaitu dengan membasuh bagian yang terkena najis 7 kali dan salah satu nya memakai air tanah ( 6 kali air dan 1 kali air tanah )

Wallahu a’lam

keterangan :

Lap = kain atau serbet

Referensi :

Kitab Safinatun Najah bab Najis

Kitab Al Mabadiul Fiqhiyyah bab Najis

Iklan

4 tanggapan untuk “Cara Membersihkan Lantai yang Terkena Najis Pipis Bayi atau Balita Secara Syar’i

      1. Cukup mulai sekarang kita hentikan cara yang salah dan mulai dengan cara yang benar, adapun bagaimana kalau sudah terlanjur? ahsan (baiknya) dipel ulang kalau kita tahu pasti najis nya menyebar.

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s