Hukum Bersalaman Dengan Wanita Yang Bukan Mahram

Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
لَأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ أَحَدِكُمْ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيْدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لاَ تَحِلُّ لَهُ
“Kepala salah seorang ditusuk dengan jarum dari besi itu lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Ath-Thabarani)

Hadits itu juga diriwayatkan secara mursal. dari hadits Abdullah bin Abi Zakaria Al-Khaza’i. Dia menuturkan: “Rasulullah r bersabda:

َلاَنْيَقْرَعَ الرَّجُلُ قَرْعًا يُخْلِصُ اِلٰى عَظْمِرَ أْسِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ اَنْ تَضَعَ امْرَاَةٌ يَدَهَا عَلٰى رَأْسِهِ لاَتَحِلُّ لَهُ، وَِلاَنْ يَبْرُصَ الرَّجُلُ بَرَصًا حَتّٰى يُخْلِصَ الْبَرَصُ اِلٰى عَظْمِ سَاعِدِهِ لاَتَحِلُّ لَهُ

“Sungguh, jika seseorang dipukul sampai menembus tulang kepalanya adalah lebih baik daripada kepalanya disentuh oleh tangan seorang wanita yang tidak halal baginya. Dan sungguh, seandainya seseorang menderita lepra yang parah hingga menembus tulang lengannya adalah juga lebih baik baginya, daripada ia membiarkan seorang wanita meletakkan langannya ke alas lengannya, padahal wanita itu tidak halal baginya. ”

Kedua hadits di atas menunjukkan ancaman bagi kita, agar jangan menyentuh wanita yang bukan mahram.
Bersalaman termasuk di dalam kategori menyentuh, maka haram hukumnya.
Rasulullah saw sendiri tidak berjabat tangan dengan wanita yang bukan mahram

إِنِّيْ لاَ أُصَافِحُ النِّسَاءَ

“Sesungguhnya aku tidak pernah berjabat tangan dengan wanita.” (HR. Malik 1775, Ahmad 6/357, Ibnu Majah 2874, An-Nasa’i 7/149, dan lainnya)

Bagaimana kalau lebaran
Ngga enak kalau tidak salaman ?
Bagaimana kalau ganti ditanya : Pilih ngga enak sama orang atau ngga enak sama Allah dan Rasulullah.
Kenapa kita perlu memikirkan persepsi orang lain
Biarkan orang lain menganggap kita apa yang penting Allah cinta
kalau Allah cinta maka kan timbul berkah
daripada mengikuti persepsi orang tapi Allah tidak ridho
Ada berapa tangan wanita yang bukan mahram yang kita salami saat lebaran,  kita akan panen dosa kita jika kita melakukan salaman yang bukan mahram
Solusinya
Cukup menelungkupkan kedua tangan di depan dada, kita bukan sombong tapi kita mengikuti perintah Rasulullah shallahu ‘alahi wa sallam
Bagi kita laki-laki, akan lebih baik jika kita langsung  menelungkupkan tangan sebelum mereka menyodorkan tangan, untuk menghindari rasa malu mereka jika sudah tanggung menyodorkan tangan.

Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s