Rindu Tadarus Bada Tarawih

Ramadhan telah tiba…

Dan hari ini sudah memasuki hari ke 2 ramadhan

Tarawih di Jakarta ramai

Namun serasa ada yang hilang setelah shalat tarawih

Terlebih buat yang merantau dari daerah

Yaitu tidak ada tadarusan di sini

Kalau di kampung setelah tarawih semarak tadarus di masjid2 dan mushola2 yang saling bersahutan

Dan itulah yang menambah suasana ramadhan

Ramadhan lebih greget lebih syiar karena suara tadarus

Di dalam mushola orang2 duduk melingkar menanti giliran masing2 untuk membaca

Satu membaca yang lain menyimak dan memperbaiki bila ada yang perlu diperbaiki

Sementara orang2 sekitar mushola akan dijadwal siapa yang jatah untuk konsumsi.

Dalam waktu singkat konsumsi pun melimpah menambah semangat tadarus

Setidaknya setelah baca bisa ngemil dan nge teh….

Suara tadarus pun saling bersahutan antar mushola dan masjid

Dan itu membuat greget suasana bulan Ramadhan

Sehingga pas pindah ke Jakarta saya merasakan hal yang lain

Saya merasakan kehilangan tadarus

Di mushola dan masjid sepi setelah tarawih

Kalau ada yang mengaji itu pun sendiri2

Sehingga setelah tarawih seolah tidak ada bedanya dengan malam yang lain… mushola sepi

Pernah setelah tarawih saya mencoba menuju ke masjid yang saya anggap besar sekitar saya dengan harapan ada tadarus..ternyata nihil.. sepi …lampu sudah dimatikan… tidak ada tadarus

Pernah pula saya menanyakan ke salah seorang pengurus mushola:

“Kenapa tidak diadakan tadarus”

“Ganggu…”

Waduh…. paling sampai jam berapa sih mas tadarus … habis tarawih juga masih pada melek malah yang ada pada main di lapangan…

Tapi ya beda2 daerah sih ya…maklumin saja meski hati tetep rindu dengan suara merdu tadarus yang saling bersahutan

Barulah saat mudik menjelang lebaran.. misal kebagian sehari dua hari ramadhan… saya bisa lagi menikmati suara tadarusan yang saling bersahutan… indah banget rasanya… dan tentu saja saya ikut di dalamnya… untuk mengobati rasa kangen tadarus.. kapan lagi coba…

Untuk yang masih tinggal di kampung atau di daerah nikmatilah… ada beberapa hal yang tidak didapati di Jakarta…. salah satunya suara merdu tadarus…

2 Ramadhan 1439 H

Mahrizal

Satu pemikiran pada “Rindu Tadarus Bada Tarawih

  1. iya benar, di Jakarta beda dengan di kampung, saya orang sulawesi selatan pun merasakan perbedaannya. Mulai dari jumlah tarawihnya 23 rakaat yang dipercepat dan tidak ada lagi ceramah agama sebelum shalat tarawih dilaksanakan seperti di sulawesi selatan sana. Rasanya rindu dengar ceramah agama sebelum shalat tarawih.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s