Rukun atau Fardhu Puasa

Tanya : Ada Berapa Rukun Puasa

Jawab:

Ada dua rukun

1. Niat setiap malam di bulan Ramadhan

2. Menjaga dari hal2 yang membatalkan

Sumber:

Al Mabadiul Fiqhiyah juz 2 hal 30

* Fiqih Madzhab Syafi’i

Adab Minum

  1. Niat, Niatkan untuk menjaga kesehatan dan selalu menjaga istiqomah dan ketaatan kepada Allah
  2. Doa, baca Basmalah
  3. Jangan minum dari wadah emas dan perak
  4. Haram meminum Khamr atau minuman keras, dan semua yang berhubungan dengannya
  5. Bila kita bertugas menyediakan minum maka hendaklah jadi orang yang paling akhir minum
  6. Saat memberikan minum, maka dahulukanlah yang sebelah kanan
  7. Saat minum jangan sekali teguk, tapi hendaknya tiga kali teguk atau lebih
  8. Minumlah dengan tangan kanan
  9. Jangan minum sambil berdiri
  10. Jangan bernafas dalam gelas
  11. Tidak minum berlebih-lebihan
  12. Berdoa jika minum susu
  13. Berkumurlah setelah minum susu
  14. Berdoa untuk orang yang memberi minum

DIkutip dari Buku Tuntunan Adab-adab sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam untuk kehidupan sehari-hari , disusun oleh Muhammad Al Islam.

Pengertian Gharib dan Musykilat

Banyak yang menyangka Gharib dan Musykilat itu sama, padahal itu definisi berbeda


Apa itu Gharib

Gharib adalah bacaan yang dianggap asing dan keluar dari hukum bacaan.

Contoh Gharib adalah :

Bacaan imalah :

Bacaan imalah ini terdapat dalam Surah Huud, QS. 11 ayat 41:
وَقَالَ ارْكَبُواْ فِيهَا بِسْمِ اللّهِ مَجْرَاهَا وَمُرْسَاهَا إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ

Lafal : 
 مَجْرَاهَا
Majrooha dibaca Majreeha 

Disebut bacaan imalah atau artinya condong… yakni maksudnya condong ke huruf ya…disebut pula imalah kubro karena condong nya 90 derajat antara A dan I…membentuk E

Bacaan Imalah termasuk bacaan Gharib karena bacaan asing yang tidak biasanya dan keluar dari hukum bacaan.

Apa itu Musykilat

Sedangkan Musykilat adalah bacaan yang danggap sulit dan tidak keluar dari hukum bacaan

Sedangkan Contoh Musykilat adalah :

Ada huruf shad di Al Quran yang dibaca sin

وَّزَادَكُمۡ فِى الۡخَـلۡقِ بَصۜۡطَةً​​

lafal  بَصۜۡطَةً​​  dibaca بَسْطَةً

disebut musykilat karena dianggap sulit…. namun jika sudah belajar maka sudah tidak sulit lagi.

Makruh dalam shalat

Makruh dalam shalat :

– Menengok tanpa keperluan
– Melihat ke langit
– Berdiri di atas satu kaki atau satu kakinya lebih maju dari satunya (tidak lurus)
– Meludah
– Mengeraskan dan merendahkan bacaan pada yang bukan tempatnya
– Shalat di kuburan
– Shalat menahan buang air kecil, buang air besar dan buang angin
– Membuka kepala (tidak pakai peci atau sorban)
– Shalat di depan makananan yang membuatnya pingin

* Al Mabadiul Fiqhiyah juz 3
* Fiqih Madzhab Syafi’i

Apakah Orang Tua Nabi di Neraka?

Apakah Orang Tua Nabi di Neraka?

Jawab :

Tidak, orang tua Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam tidak di neraka, melainkan orang yang selamat

Berkata Al Bajuri : Maka yang benar adalah sesungguhnya orang tua nabi shalallahu alaihi wa sallam adalah orang yang selamat
Karena sesungguhnya dikatakan bahwa Allah ta’ala menghidupkan keduanya sehingga mereka berdua beriman nabi kemudian Allah mematikannya

Karena ada hadits yang meriwayatkan demikian yakni hadits yang diriwayatkan dari Aisyah bahwa sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam meminta kepada tuhannya untuk menghidupkan orang tuanya, kemudian keduanya beriman kepadanya, kemudian Allah mematikan keduanya.

Berkata As suhaili : Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, bisa mengkhususkan nabinya dengan sesuatu yang dikehendakinya dari keutamaan-Nya dan memberi nikmat kepadanya dengan sesuatu yang dikehendakinya dari kemuliaan-Nya.

* Syarah Nurudz dzolam, hal : 27

Ibu Hamil dan Menyusui tidak puasa, Qodho kah atau Fidyah?

Ibu Hamil dan Menyusui tidak puasa, Qodho kah atau Fidyah?

Jawab :

1. Bila ibu hamil dan menyusui tidak puasanya karena khawatir dirinya sendiri saja, maka cukup Qodho saja
2. Bila ibu hamil dan menyusui tidak puasanya karena khawatir dirinya sendiri dan anaknya, maka cukup Qodho saja

3. Bila ibu hamil dan menyusui tidak puasanya karena khawatir anaknya saja, maka Qodho dan Fidyah

Dasar :

“Wajib atas orang yang diperbolehkan berbuka untuk mengqodho saja, kecuali hamil dan menyusui apabila mereka kuatir atas anaknya saja maka wajib atasnya qodho dan fidyah atas setiap satu hari satu mud makanan…”

(Al Mabadiul Fiqhiyah juz 3 : 42)

* Fiqih Madzhab Syafi’i

Makruh shalat

Makruh dalam shalat :

– Menengok tanpa keperluan
– Melihat ke langit
– Berdiri di atas satu kaki atau satu kakinya lebih maju dari satunya (tidak lurus)
– Meludah
– Mengeraskan dan merendahkan bacaan pada yang bukan tempatnya
– Shalat di kuburan
– Shalat menahan buang air kecil, buang air besar dan buang angin
– Membuka kepala (tidak pakai peci atau sorban)
– Shalat di depan makananan yang membuatnya pingin

* Al Mabadiul Fiqhiyah juz 3
* Fiqih Madzhab Syafi’i

 

kitabfiqih

5 Harta yang Wajib Dizakati

Zakat wajib pada benda-benda berikut :

  1. Dari Hewan adalah unta, sapi (termasuk kerbau) dan domba.
  2. Dari Buah-buahan adalah kurma dan anggur.
  3. Dari Biji-bijian adalah seperti gandum, kacang, dan beras serta makanan pokok yang dimakan pada keadaan normal.
  4. Dari perhiasan adalah emas dan perak.
  5. Dari non emas dan perak adalah harta dagangan.

 

Sumber : Kitab Syarah Sittin Masalah, Penyusun : Syekh Ahmad Romli

11 Fardlu atau Rukun Shalat Jenazah

Fardlu atau Rukun Shalat Jenazah ada 11 yaitu :

  1. Berdiri bagi yang mampu, sebagaimana shalat fardhu lainnnya. Lain halnya orang yang tidak mampu.
  2. Niat
  3. Menyinggung kefardhuan shalat, namun tidak wajib menyinggung kifayah nya Hendaknya seseorang mengucapkan untuk membantu hati :

اُصَلِّيْ عَلَى هَذِهِ الْجَنَازَةِ فَرْضاً

“Aku menyalati Jenazah ini dengan fardlu”

Atau makmum berniat :

اُصَلِّيْ عَلَى مَنْ صَلّى عَلَى الْإِمَامُ

“Aku menyalati orang yang dishalati oleh Imam”

ketahuilah bahwa niat menjadi imam itu sunat dalam shalat jenazah, seperti shalat-shalat lainnya, kecuali shalat Jum’at, di mana niat jamaah merupakan syarat. Dan bahwa niat menjadi makmum, niat mengikuti atau niat jamaah itu merupakan syarat dalam shalat jenazah

4. Takbiratul Ihram

5. Takbir kedua

6. Takbir ketiga

7. Takbir Keempat

8. Membaca Surat Al fatihah seperti shalat-shalat lainnya

9. Membaca Shalawat kepada Nabi shalallallahu alaihi wa sallam setelah takbir kedua

10. Doa minimal untuk jenazah secara khusus setelah takbir ketiga

Minimal doa ini adalah :

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اَللَّهُمَّ ارْحَمْهُ

“Ya Allah ampunilah dia, Ya Allah rahmatilah dia”

Dan doa lain yang menyerupainya.

11. Salam pertama, seperti shalat lainnya.

 

Sumber :

Kitab Syarah Sittin Masalah , Penyusun: Syekh Ahmad Romli

 

Sifat Wajib Bagi Allah : Wujud

 

Sifat wajib bagi Allah yang pertama adalah wujud artinya ada
Bahwa Allah wajib ada dan mustahil jika tidak ada

Dalil Naqli:

إِنَّنِي أَنَا اللَّـهُ لَا إِلَـٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي

Artinya : “Sesungguhnya aku ini adalah Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku.” – QS. Ta-Ha [20:14]

هُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ

Artinya : “Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa.” – QS. Al-Hadid [57:4]

Dalil Aqli:
Adanya semesta alam ini adalah bukti bahwa Allah itu ada
Ada sesuatu pasti ada yang menciptakannya
Jika ada buku di meja maka pasti ada orang atau pabrik yang membuatnya.
Sama halnya alam semesta ini, pasti ada yang buat, siapa ? Dialah Allah yang Maha menciptakan.
Jika Allah tidak ada maka alam semesta ini tidak ada, dan itu mustahil. Sebab alam semesta ini nyata adanya dan itu artinya Allah pasti ada.

Segala sesuatu yang bergerak pasti digerakkan oleh yang menggerakkan.

Motor bisa berjalan karena ditarik gas nya
Kipas angin bisa berputar karena dipencet tombolnya
Televisi bisa nyala karena dinyalakan remote nya

Sama halnya matahari terbit di pagi hari
Hujan yang turun dari langit
Pergantian siang dan malam
semua karena ada yang menggerakkan

Mustahil sesuatu bergerak tanpa ada yang menggerakkan
Siapa yang menggerakkan ? Dialah Allah

Di belakang wayang selalu ada dalang yang menggerakkan
Di belakang drama ada sutradara yang mengatur jalannya cerita
Dan di belakang alam semesta ada Allah yang menggerakkan dan mengatur segalanya.

Maka dengan dalil Naqli (berdasarkan Nash Al Quran Hadits) dan dalil Aqli (akal) ini, Allah mempunyai sifat wajib ada atau wujud.

‪#‎Tauhid‬ ‪#‎Sifatwajib‬ ‪#‎Ahlussunnahwaljamaah‬ ‪#‎Asy‬‘ariyah ‪#‎Maturidiyah‬

Benarkah Orang Tua Rasulullah di Neraka ?

Orang Tua Nabi di Neraka??

oleh Ustadz Ajir Ubaidilah

Akhir-akhir ini begitu banyak pertanyaan kepada saya berkaitan dengan hal ini. Konon ada beberapa tokoh yang katanya “Ustadz” dengan menggebu-gebu begitu semangatnya membawakan hal ini berulang-ulang kali.

Sejatinya Kami kurang begitu tertarik untuk membahas pertanyaan ini secara mendalam karena faktanya begitu banyak PR besar di hadapan kita yang hingga hari ini masih saja belum terselesaikan. Sebut saja angka kemiskinan, kesenjangan sosial, kebodohan dan kerusakan moral mulai personal ataupun kolektif dari kalangan alit sampai elit. Di negara kita permasalahan di atas kian mengkhawatirkan.

Maka sebetulnya duduk bersama, saling mengerti dan bersinergi untuk menyelesaikan PR di atas pastinya memiliki manfaat yang lebih nyata daripada sekedar diskusi, perang dalil yang terkadang hanya berakhir pada sikap saling menjatuhkan satu sama lain.

Well, namun melihat semakin ramainya pembahasan “mereka” tentang hal ini yang kerap menimbulkan banyak keresahan, kami merasa bertanggung jawab untuk sedikit menjabarkan hal tersebut.

Berikut ini hasil kajian ilmiah kami bersama rekan Forsan Salaf yang diasuh Guru besar kami AL-HABIB TAUFIQ BIN ABDUL QODIR ASSEGAF.

Insya ALLAH setiap statement yang tertuang dalam tulisan ini bisa dipertanggun jawabkan secara ilmiah karena kami kutip dari para ulama salaf yang pastinya memilki keluasan ilmu dan kompetensi dalam hal ini.

Selamat mengkaji dan menelaah. Tetap tata hati dan niat yang baik agar kita bisa mendapatkan pemahaman yang obyektif dan bisa dipertanggung jawabkan, atau setidaknya Kita menyadari bahwa para ulama salaf sudah meembahas tuntas hal ini.

Semoga ALLAH senantiasa mengampuni dosa kita dan menghilangkan kebencian dari hati kita sehingga perbedaan yang ada tidak menjadikan perpecahan.. Amiin Ya Robbal Alamiin…

Link Penjelasan di sini  : Penjelasan Orang Tua Rasulullah

Sumber :

Rukun atau Fardhu Tayammum

Yang harus dipenuhi dalam Tayammum ialah :

  1. Niat untuk membolehkan mendirikan shalat atau semisalnya (Baca Al-Quran)
  2. Memakai debu yang suci
  3. Mengusap wajah dan kedua tangan sampai kedua siku
  4. Memindahkan debu ke bagian yang diusap

 

Sumber : Al Mabadiul Fiqhiyah juz 4 hal 13

13256045_10207247021796720_8927463507826299485_n

Sunnah Berjenggot

Sunnah hukumnya bagi muslim laki-laki untuk memelihara jenggot.

أَنَّهُ أَمَرَ بِإِحْفَاءِ الشَّوَارِبِ وَإِعْفَاءِ اللِّحْيَةِ.
“Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk memotong pendek kumis dan membiarkan (memelihara) jenggot.”
(HR. Muslim no. 624)

Dalam hadits lain :

خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ ، وَفِّرُوا اللِّحَى ، وَأَحْفُوا الشَّوَارِبَ
“Selisilah orang-orang musyrik. Biarkanlah jenggot dan pendekkanlah kumis.”
(HR. Bukhari no. 5892)

Bahkan kalau bisa potong habis kumis :

انْهَكُوا الشَّوَارِبَ ، وَأَعْفُوا اللِّحَى
“Cukur habislah kumis dan biarkanlah (peliharalah) jenggot.”
(HR. Bukhari no. 5893)

Memendekkan kumis dan memelihara jenggot termasuk menjaga fitrah :

عَشْرٌ مِنَ الْفِطْرَةِ قَصُّ الشَّارِبِ وَإِعْفَاءُ اللِّحْيَةِ وَالسِّوَاكُ وَاسْتِنْشَاقُ الْمَاءِ وَقَصُّ الأَظْفَارِ وَغَسْلُ الْبَرَاجِمِ وَنَتْفُ الإِبْطِ وَحَلْقُ الْعَانَةِ وَانْتِقَاصُ الْمَاءِ
“Ada sepuluh macam fitrah, yaitu memendekkan kumis, memelihara jenggot, bersiwak, istinsyaq (menghirup air ke dalam hidung,-pen), memotong kuku, membasuh persendian, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, istinja’ (cebok) dengan air.”
(HR. Muslim no. 627)

Apa itu Tawadhu

Tawadhu adalah sikap rendah hati, termasuk akhlakul karimah yang harus dimiliki oleh setiap muslim

Apa yang menyebabkan iblis diusir dari surga, tidak lain adalah karena sombong merasa lebih baik

Tidak boleh kita merasa lebih baik dari orang lain meskipun terbersit dalam hati

Siapapun yang merasa lebih tinggi akan direndahkan oleh Allah : iblis, fir’aun, qarun mendapat murka Allah karena sombong

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْر

Artinya: Dari Nabi SAW berkata: “tidak akan masuk surga siapa yang dalam hatinya terdapat kesombongan walaupun hanya sebesar zarrah.” (HR. Muslim, no. 33 juz 1)

sebaliknya, apabila kita tawadhu kita akan dimuliakan oleh Allah

sabda Rasul :

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلَّا عِزًّا وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ

“Sedekah itu tidak akan mengurangi harta. Tidak ada orang yang memberi maaf kepada orang lain, melainkan Allah akan menambah kemuliaannya. Dan tidak ada orang yang merendahkan diri karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya.” (HR. Muslim no. 2588)

Tidak perlu kita menunjukkan kekayaan atau kepandaian kita kepada orang lain, lebih baik dianggap tidak punya apa2 namun ternyata punya apa2, lebih baik dianggap bodoh tapi ternyata mempunyai segudang ilmu yang luar biasa

Tidak perlu pula senang karena dipuji, sebab pujian bisa membuat kita terlena , ujub dan sombong

Tetaplah menjadi pribadi yang rendah hati, jauh dari sombong karena Allah akan meninggikan orang2 yang tawadhu

Selamat mendapatkan kemuliaan dari Allah karena sifat tawadhu kita

Apa itu madzhab

Madzhab ialah pendapat seorang ulama mujtahid
Jika kita bisa beribadah langsung mengikuti Al-Quran dan Hadits , kita meneliti sendiri shahih tidaknya, tahu ilmu2 nya, maka silakan langsung tidak perlu bermadzhab
Namun jika sekiranya tidak bisa maka sebaiknya mengikuti pendapat madzhab tertentu agar selamat
Bagaimana tidak, untuk bisa tahu cara takbiratul ihram saja, ada berapa banyak hadits yang perlu kita buka, baik shahih bukhari, muslim, sunan tirmidzi, sunan baihaqi, sunan abu daud, sunan an nasai dan kitab2 hadits lainnya.
Belum lagi rukunnya wudhu, rukun shalat, akan butuh berapa lama untuk membuka kitab2 hadits
Itupun kalau kita tahu ilmunya, ada segudang ilmu yang harus dikuasai, ilmu nahwu shorof, balaghah, mantiq, asbabul wurud, musthalahul hadits dan ilmu2 lainnya.

Akan efisien kalau kita belajar memakai madzhab, dalam safinatun najah langsung disebutkan :
Rukun wudhu 6 : niat, membasuh muka, membasuh tangan, membasuh kepala, membasuh kaki dan tertib

Rukun wudhu yang 6 adalah hasil rangkuman oleh imam madzhab yang dari berbagai hadits-hadits tentang wudhu yang jumlahnya ribuan yang telah disaring hanya yang shahih

Imam madzhab merinci dari ribuan hadits2, mana yang rukun yang wajib dikerjakan (contoh : membasuh muka) , mana yang sunnah (contoh : berkumur) , mana yang makruh (berlebihan air)

Tanpa perlu kita keriting membuka kitab hadits yang kita belum tentu tahu ilmunya, kita bisa tahu dari kitab madzhab yang mana sumbernya dari Al-Quran, hadits, Ijma’ dan Qiyas

Seperti :
kalau kita mau beli Aqua, pabriknya ada di Bekasi
kalau kita tahu jalannya punya ongkosnya kita bisa ke sana
iya kalau kita tahun jalan dan ada ongkos ke sana
tapi kalau kita tidak tahu jalannya, ongkos ke sana tidak punya
lebih baik kita membeli aqua di warung depan rumah
efektif dan efisien, barangnya sama lagi
ngga capek, ngga kesasar
enak kan

Kita bisa beribadah dengan enak
Tahu rukun, sunnah, makruh dan mana yang membatalkan belajar dari imam madzhab
sama lagi dengan yang ada di Al-Quran dan Hadits, karena imam madzhab bersumber dari dua wasiat rasulullah
tidak repot dan tidak kesasar

Efektif dan efisien

Kalau mau tahu dasarnya, ya ngaji lagi , nanti akan disebutkan dalam kitab2 fiqih tingkat lanjut, seperti syarah Al Muhadzab yang disusun oleh Imam Nawawi, ini lho haditsnya membasuh muka riwayatnya shahih, ini lho hadits takbiratul ihram riyawatnya shahih dan lain sebagainya.

Dan tidak perlu malu untuk mengaku bermadzhab sebab ketidaktahuan kita, sebab ulama2 yang alim hafal ratusan ribu hadits seperti imam nawawi, imam ibnu hajar al asqalani, imam ghazali bahkan imam bukhari pun bermadzhab, yakni madzhab Syafi’i.

8 Muharram 1437 H / 21 Oktober 2015

Mahrizal

Apa itu Barakah

Barakah adalah tambahnya suatu kebaikan

Apabila kita melakukan kebaikan dan ada nilai tambahnya itu lah Barakah
Apa contoh barakah : hidup tenang hati bahagia, kebutuhannya dicukupi oleh Allah, urusannya dimudahkan oleh Allah

Bagaimana cara memperoleh barakah :
Dengan melaksanakan Syariat agama

Orang yang istiqamah melaksanakan syariat hidupnya akan barakah

Dari semua syariat agama, pokok utamanya ialah shalat berjamaah
Orang yang senantiasa shalat berjamaah hidupnya akan barakah
Kepala keluarga yang rajin berjamaah keluarganya akan barakah

Apa parameter barakah : keluarganya sakinah rukun adem ayem, rezeki lancar, baik dengan tetangga, urusan apapun dimudahkan oleh Allah

Syariat agama tidak hanya ibadah hablum minallah atau membina hubungan yang baik kepada Allah tapi syariat juga mengatur hablum minannas atau membina hubungan yang baik kepada manusia.

Diantara yang mengundang keberkahan adalah mengamalkan berbuat baik kepada manusia, terutama orang tua, saudara, dilanjutkan kepada tetangga dari terdekat, teman, dan masyarakat luas

Silaturahim, senyum saat bertemu sesama muslim, berkata yang santun adalah amalan yang mendatangkan keberkahan

Selamat menikmati keberkahan demi keberkahan yang akan datang pada diri kita dan keluarga kita

Apa itu Hari ‘Asyura

Hari Asyura adalah hari kesepuluh bulan Muharram.

Disunnahkan untuk berpuasa pada hari Asyura berdasarkan hadits Rasulullah saat mengetahui orang yahudi berpuasa untuk memperingati diselamatkannya Nabi Musa alaihis salam dari kejaran Fir’aun dan tentaranya.
Kata Rasulullah, “Kami lebih wajib dan lebih layak mengikuti shaum Musa daripada kalian” , hadistnya shahih riwayat Imam Bukhari

jadilah setelah itu hari ‘Asyura disunnahkan berpuasa.

Pahala puasa hari ‘Asyura luar biasa dengan puasa sehari bisa menghapus dosa setahun yang lalu

Dari Abu Qatadah Al Anshari -radhiallahu anhu- dia berkata:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah ditanya mengenai puasa pada hari ‘Asyura`, beliau menjawab: “Ia akan menghapus dosa-dosa sepanjang tahun yang telah berlalu.” (HR. Muslim no. 1162)

Karena fadhilahnya besar sayang kalau kita lewatkan, sementara setiap hari kita tidak lepas dari dosa, bertambah hari bertambah banyak dosa kita, merupakan kesempatan yang bagus untuk menghapus tumpukan bukit-bukit dosa setahun lalu

Kalau sampai lewat sayang, tahun depan seandainya kita masih hidup itu adalah lembaran hari asyura tahun depan, lembaran hari asyura tahun ini akan kosong yang tidak akan pernah bisa kita isi selama-lamanya.

mumpung masih ada kesempatan, mumpung masih belum lewat, berazamlah kita untuk melaksanakan puasa asyura tahun ini.

Tahun ini Asyura jatuh pada hari jumat 23 Oktober 2015

Selain puasa asyura kita disunnahkan pula untuk berpuasa Tasu’a
Apa itu hari tasu’a
Tasu’a adalah hari kesembilan bulan Muharram
Saat dikatakan 10 Muharram hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nasrani, Rasulullah bersabda :

فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ

“Jika datang tahun depan, insyaaAllah kita akan puasa tanggal 9 (Muharram).”

Hikmahnya ialah untuk menyelisihi kaum yahudi dan nasrani

Selain itu Asyura tahun ini jatuh pada hari jumat, yang mana kalau puasa hari jumat sebaiknya ditambahi hari sebelumnya, kamis atau sesudahnya, sabtu. sebab hari jumat adalah sayyidul ayyam atau pemimpin hari, ada yang mengatakan hari jumat layaknya hari raya umat muslim dalam sepekan, karena kenapa ada shalat jumat dan khutbah jumat sebagaimana ada shalat id dan khutbah saat hari raya idul ftri atau idul adha.

Semoga kita diberi taufik untuk mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam

Selamat berpuasa hari Tasu’a dan ‘Asyura

Rabu, 8 Muharram 1437 H , 21 Oktober 2015

Mahrizal

Agar ibadah tetap Semangat

Boleh saya share..

Saya punya 3 tips buat menjaga ibadah biar tetap semangat.

1. Baca Hadits tentang Keutamaan Ibadah
Kalau mau rajin shalat jamaah di awal waktu baca hadits bab tentang keutamaan shalat jamaah di awal waktu
Nanti kita akan termotivasi

Karena iman naik turun biar stabil baca tiap hari
Saya sama istri tiap bada maghrib atau shubuh baca hadits
Tujuannya buat jaga iman, maklum kalau ga tiap hari iman gampang banget turun
Semalam karena ingin shalat tahajud dan bawaannya biasanya malas, bada maghrib baca kitab minahus saniyah bab shalat tahajud
Saya membacakan di depan istri
Hasilnya saya termotivasi dan bisa bangun jam 4 dan membangunkan istri , padahal selama ini malesnya….

Karena mau masuk bulan Ramadhan, biar semangat dari kemarin2 saya dan istri baca hadits tentang keutamaan bulan Ramadhan, dengan begitu saya dan istri semangat menyambut bulan Ramadhan

Kadang saya minta istri gantian membacakan saya mendengarkan. Saya memakai hadits yang ada terjemahnya. kalau haditsnya panjang baca terjemahnya saja sudah cukup buat memotivasi.

Tips kedua : Manfaatkan Media Sosial

Ikuti grup2 di sosial media yang bisa menyemangati ibadah
Punya fb twitter dan instagram, gunakan buat follow akun2 islami
Meski hanya penggalan2 kalimat tapi tiap hari itu sudah cukup buat mengingatkan kita jadi kita masih dalam rel

Pernah suatu ketika bangun malam mau tahajud beratnya…., begitu buka instagram baca grup islami pas ada kalimat tentang mengingatkan tahajud dan keutamaannya, langsung aku bangun mengambil wudhu

Termasuk whatsapp, meski bukan media sosial, kita bisa memanfaatkan
Kalau kita tahu ada grup2 islami yang bagus, minta gabung, di situ akan banyak yang sharing agama, dan ada budaya saling mengingatkan satu sama lain

Tips ketiga : Manfaatkan youtube

Di youtube ada banyak ceramah ulama yang bisa kita ambil manfaatnya.
Tinggal search ulama siapa atau bab apa akan tampil hasil pencariannya
Memang modal kuota, tapi ngga apa2 buat akhirat ini

Saya sering mendengarkan ceramah agama dari youtube malah aku download buat koleksi, tujuannya biar bisa diulang2 kapanpun. Sambil menyetrika baju iseng dengerin ceramah, baju rapi semangat ibadah nambah.

Ngga hanya dari youtube kalau kita tahu ada situs penyedia mp3 ceramah bisa kita download buat didengarkan sewaktu2.

#just share

Buat Para Suami : Bantulah Istri Mengerjakan Pekerjaan Rumah Tangga

Banyak suami yang merasa bahwa tugasnya hanya bekerja mencari uang dan seluruh pekerjaan rumah tangga adalah pekerjaan istri sehingga dia enggan untuk membantu istri. Saat melihat rumah berantakan dia langsung menyalahkan istri namun dia sendiri hanya santai2 nonton TV tanpa membantu sama sekali.

Padahal kalau kita lihat perilaku Rasulullah shallalhu alaihi wa sallam di dalam rumah, ternyata beliau biasa membantu pekerjaan rumah tangga

Diriwayatkan dari Al-Aswad bin Yazid, ia berkata: “Aku pernah bertanya pada ‘Aisyah: “Apakah yang biasa dilakukan Rasulullah di dalam rumah? ‘Aisyah menjawab: “Beliau biasa membantu keluarga, apabila mendengar seruan Adzan, ia segera keluar (untuk menunaikan Shalat).” (HR. Muslim)

Siti Asiyah Menceritakan bahwa Rasulullah membantu keluarga.

‘Aisyah Radhiallahu anhum, pernah ditanya: “Apakah yang dilakukan Rasulullah di dalam rumah?” ‘Aisyah menjawab: “Beliau adalah seorang manusia biasa, ia menambal pakaian sendiri, memeras susu dan melayani dirinya sendiri.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Urwah bertanya kepada Aisyah, “Wahai Ummul Mukminin, apa yang diperbuat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam jika ia bersamamu di rumah?”, Aisyah menjawab, “Ia melakukan seperti yang dilakukan salah seorang dari kalian jika sedang membantu istrinya, ia memperbaiki sandalnya, menjahit bajunya, dan mengangkat air di ember.” (H.R. Ibnu Hibban)

Hadits di atas menunjukkan Rasulullah membantu istrinya jika di rumah

Mulai sekarang bantulah istri kita,misal mencuci piring, berapa lama sih mencuci piring ? ada sejam , ngga ada kan

atau menyapu , mengepel, berapa lama sih , ngga lama kan

Bantulah istri kita , kita akan tahu betapa berat dan lelahnya ternyata pekerjaan istri setiap hari

kalau perlu  tiap hari kita ambil bagian misal mencuci piring tiap pagi adalah tugas kita atau menyetrika adalah tugas kita, kita kerjakan kalau malam

Percayalah istri akan senang dan lebih respect ke kita, alangkah bahagianya istri mempunyai suami yang pengertian

Sekali2 kalau kita libur kerja bantulah istri kita, kalau perlu buat istri libur selama sehari, larang dia mengerjakan pekerjaan rumah tangga biar dia merasakan istirahat, kita sebagai suami yang mengerjakan, mencuci piring, menyetrika mengepel dsb

Kita kerja cari uang saja ada libur masa istri ngga ada libur , bener ngga

Kerjakan dengan ikhlas

Kita membantu pekerjaan rumah tangga bukan karena agar istri kita senang dan lebih respect ke kita

bukan pula agar dianggap suami yang baik

Tapi kita membantu pekerjaan rumah tangga adalah kita mengikuti contoh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam

Tuma’ninah : Rukun Shalat Yang Kadang Terabaikan

Thuma’ninah artinya tenang atau diam sejenak dalam shalat. Thuma’ninah termasuk dalam rukun shalat.

Abu Hurairah radliallahu ‘anhu mengatakan:
“Beliau melarangku sujud dengan cepat seperti ayam mematuk, duduk seperti duduknya anjing, dan menoleh-noleh seperti rusa.”
(HR.Ahmad)

Hadits di atas menerangkan bahwa sujud harus dengan tuma’ninah , Rasulullah shallallhu ‘alaihi wa sallam melarang kita sujud dengan cepat seperti ayam mematuk

Thuma’ninah ada di 4 tempat , yang kesemuanya adalah termasuk rukun shalat:

1. Ruku

2. I’tidal

3.  Sujud

4. Duduk di antara dua sujud

Lamanya tuma’ninah minimal sekira2 membaca Subhanallah

Artinya jika kita Ruku’ maka tenanglah jangan bergerak2 , Apalagi begitu ruku’ langsung I’tidal tanpa tuma’ninah maka tidak sah shalat kita

Begitu pula saat I’tidal maka tenanglah atau tuma’ninah lah, tangan kita jangan bergerak2 atau melambai2 hanya karena turun dari mengangkat tangan takbir Intiqal

Sama halnya Sujud dan Duduk diantara dua sujud, kita harus tuma’ninah atau tenang sesaat , minimal sekira2 lama membaca Subhanallah

Dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu bahwa beliau pernah melihat ada orang yang tdk menyempurnakan rukuk dan sujud ketika shalat, dan terlalu cepat. Setelah selesai, ditegur oleh Hudzaifah, “Sudah berapa lama anda shalat semacam ini?” Orang ini menjawab: “40 tahun.” Hudzaifah mengatakan: “Engkau tidak dihitung shalat selama 40 tahun.” (karena shalatnya batal). Lanjut Hudzaifah berkata:
وَلَوْ مِتَّ وَأَنْتَ تُصَلِّي هَذِهِ الصَّلَاةَ لَمِتَّ عَلَى غَيْرِ فِطْرَةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
“Jika kamu mati dan model shalatmu masih seperti ini, maka engkau mati bukan di atas fitrah (ajaran) Muhammad shallallahu ‘alaihiwa sallam.” (HR. Ahmad, Bukhari, An-Nasai).

Referensi : Al Mabadiul FIqihiyah

Keutamaan Shalat Dhuha

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

( كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي الضُّحَى أَرْبَعًا ، وَيَزِيدُ مَا شَاءَ اللَّهُ ) .

“Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam shalat Dhuha sebanyak empat (rakaat), kadang beliau menambah sesuai keinginannya.” (Hr. Muslim)

Tidak sedikit yang belum mengetahui fadhilah Shalat Dhuha, padahal shalat Dhuha mempunyai fadhilah yang besar

Dari Abu Dzar radhiallahu anhu, dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda, ”

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ ، فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ ، وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ ، وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ ، وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ ، وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ ، وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى  (رواه مسلم، رقم 1181) .

“Pada setiap persendian kalian harus dikeluarkan sedekahnya setiap pagi; Setiap tasbih (membaca subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (membaca Alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (membaca Lailaha illallah) adalah sedekah, setiap takbir (membaca Allahu Akbar) adalah sedekah, amar bil ma’ruf adalah sedekah, nahi ‘anil munkar adalah sedekah. Semua itu dapat terpenuhi dengan (shalat) dua rakaat yang dilakukan di waktu Dhuha.” (HR. Muslim)

Dari Anas bin Malik radhiallahu anhu, dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda,

“Siapa yang shalat Fajar berjamaah, kemudian duduk untuk berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, kemudian dia shalat dua rakaat, maka baginya bagaikan pahala haji dan umrah, sempurna, sempurna, sempurna”((HR. Tirmizi)

Ghibah dan Suka Mencari Kesalahan Orang Lain

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

يَا مَعْشَرَ مَنْ آمَنَ بِلِسَانِهِ وَلم يَدْخُل الإيمَانُ قَلْبَهُ ! لاَ تَغْتَابُوا الْمُسْلِمِيْنَ وَلاَ تَتَّبِعُوا عَوْرَاتِهِمْ فَإِنَّهُ مَنْ تَتَبَّعَ عَوْرَةَ أَخِيْهِ الْمُسْلِمِ تَتَبَّعَ اللهُ عَوْرَتَهُ وَمَنْ تَتَبَّعَ اللهُ عَوْرَتَهُ يَفْضَحْهُ وَلَوْ فِي جَوْفِ بَيْتِهِ

“Wahai orang-orang yang beriman dengan lisannya akan tetapi iman belum masuk kedalam hatinya, janganlah kalian menghibahi kaum muslimin, dan janganlah pula mencai-cari aib mereka, sesungguhnya barang siapa yang mencari-cari aib saudaranya sesama muslim maka Allah akan mencari-cari kesalahannya, dan barangsiapa yang Allah mencari-cari kesalahannya maka Allah akan mempermalukannya meskipun ia berada di dalam rumahnya” (HR Abu Dawud)

Ngeri ya ancaman Allah. Mending jangan coba2 deh cari2 kesalahan orang lain. Ngeri Allah kalau sudah tidak suka sama kita dan mempermalukan kita dunia akhirat.

Bagaimana kalau di depan kita ada yang Ghibah

Kalau berani kita ingatkan, sejatinya kita menyelamatkan saudara kita yang sedang ghibah agar tidak dibuka aibnya sama Allah. Mungkin dia khilaf. Dan itu bisa menjadi ladang pahala buat kita :

“Dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran” (Surat Al-‘Ashr:3)

Kalau tidak berani, lebih baik tinggalkanlah mereka yang sedang berghibah, lebih baik menyelamatkan telinga kita agar meminimalkan pertanggung jawaban di akhirat kelak. Dosa kita sudah terlalu banyak.

Dan percayalah  sekali saja kita dengarkan ghibah, setiap kita melihat saudara kita yang dighibahi bawaan kita akan suudzan. Setiap lihat  akan suudzan. Bertambahlah saldo rekening dosa kita. Na’udzubillahi min dzalik

Tidak berani mengingatkan dan meninggalkan karena hanya berdua, Alihkan pembicaraan ke bahasan lain, Cari cara bagaimana agar kita selamat dari dosa ghibah.

Wallahu a’lam

Indahnya Menutupi Aib Saudara Muslim

Rasulullah shallallahu alaihi was sallam bersabda :

مَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ.

“Barangsiapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya.”
(Hr. Al-Bukhari no. 2442 dan Muslim no. 2580 dari hadits Ibnu Umar radhiyallahu anhuma, serta Muslim no. 2699 dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu anhu)

Dalam Fadhail Amal  yang disusun Maulana Muhammad Zakaria Al Kandhalawi :

“Abdullah bin Umar r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda,
“Pada hari kiamat Allah akan memanggil seorang yang beriman ke sisi-Nya, lalu Allah menutupkan tirai ke kepalanya, sehingga tidak seorang pun yang dapat melihat wajahnya. kemudian Allah akan mengingatkan semua kemaksiatan dan kedzaliman yang pernah dilakukannya, sehingga setiap dosa-dosa itu diakuinya. maka orang itu pun merasa bahwa dia akan binasa karena dosa-dosanya. Kemudian Allah berfirman, “Di dunia Aku telah menutupi aib-aib mu, dan sekarang pun Aku akan menyembunyikan aib-aibmu dan mengampunimu” .
(Fadhail Amal : 512)

Kedua hadits di atas menunjukkan keutamaan menyembunyikan aib seorang muslim yang sejatinya mereka adalah saudara seiman kita.

Tidak perlu kita ceritakan kepada yang lain. Simpan saja rapat2 agar Allah menyembunyikan aib kita di dunia dan di akhirat.

Di Mahkamah Allah yang begitu dahsyat, wajah kita akan ditutupi saat diinterogasi sama Allah agar kita tidak malu dilihat seluruh manusia dengan banyaknya aib kita.

Hukum Bersalaman Dengan Wanita Yang Bukan Mahram

Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
لَأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ أَحَدِكُمْ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيْدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لاَ تَحِلُّ لَهُ
“Kepala salah seorang ditusuk dengan jarum dari besi itu lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Ath-Thabarani)

Hadits itu juga diriwayatkan secara mursal. dari hadits Abdullah bin Abi Zakaria Al-Khaza’i. Dia menuturkan: “Rasulullah r bersabda:

َلاَنْيَقْرَعَ الرَّجُلُ قَرْعًا يُخْلِصُ اِلٰى عَظْمِرَ أْسِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ اَنْ تَضَعَ امْرَاَةٌ يَدَهَا عَلٰى رَأْسِهِ لاَتَحِلُّ لَهُ، وَِلاَنْ يَبْرُصَ الرَّجُلُ بَرَصًا حَتّٰى يُخْلِصَ الْبَرَصُ اِلٰى عَظْمِ سَاعِدِهِ لاَتَحِلُّ لَهُ

“Sungguh, jika seseorang dipukul sampai menembus tulang kepalanya adalah lebih baik daripada kepalanya disentuh oleh tangan seorang wanita yang tidak halal baginya. Dan sungguh, seandainya seseorang menderita lepra yang parah hingga menembus tulang lengannya adalah juga lebih baik baginya, daripada ia membiarkan seorang wanita meletakkan langannya ke alas lengannya, padahal wanita itu tidak halal baginya. ”

Kedua hadits di atas menunjukkan ancaman bagi kita, agar jangan menyentuh wanita yang bukan mahram.
Bersalaman termasuk di dalam kategori menyentuh, maka haram hukumnya.
Rasulullah saw sendiri tidak berjabat tangan dengan wanita yang bukan mahram

إِنِّيْ لاَ أُصَافِحُ النِّسَاءَ

“Sesungguhnya aku tidak pernah berjabat tangan dengan wanita.” (HR. Malik 1775, Ahmad 6/357, Ibnu Majah 2874, An-Nasa’i 7/149, dan lainnya)

Bagaimana kalau lebaran
Ngga enak kalau tidak salaman ?
Bagaimana kalau ganti ditanya : Pilih ngga enak sama orang atau ngga enak sama Allah dan Rasulullah.
Kenapa kita perlu memikirkan persepsi orang lain
Biarkan orang lain menganggap kita apa yang penting Allah cinta
kalau Allah cinta maka kan timbul berkah
daripada mengikuti persepsi orang tapi Allah tidak ridho
Ada berapa tangan wanita yang bukan mahram yang kita salami saat lebaran,  kita akan panen dosa kita jika kita melakukan salaman yang bukan mahram
Solusinya
Cukup menelungkupkan kedua tangan di depan dada, kita bukan sombong tapi kita mengikuti perintah Rasulullah shallahu ‘alahi wa sallam
Bagi kita laki-laki, akan lebih baik jika kita langsung  menelungkupkan tangan sebelum mereka menyodorkan tangan, untuk menghindari rasa malu mereka jika sudah tanggung menyodorkan tangan.

Wallahu a’lam

Bagaimana Hukumnya Memejamkan Mata Saat Shalat

Hadits pertama :

“Apabila Shalat, Rasulullah shallallahu ‘alaihiwasallam menundukkan kepalanya dan memandang tanah (tempat Sujud)” (HR. Al-Baihaqi dan AL-Hakim)

Dari hadits di atas bisa kita simpulkan Rasulullah saw tidak memejamkan mata dan memandang ke tanah atau tempat sujud nya
Hadits kedua :
Dan imam Al-Bukhari rahimahullah juga telah meriwayatkan dari haditsnya Anas bin Malik radhiyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
قَالَ لَقَدْ رَأَيْتُ الْآنَ مُنْذُ صَلَّيْتُ لَكُمْ الصَّلَاةَ الْجَنَّةَ وَالنَّارَ مُمَثَّلَتَيْنِ فِي قِبْلَةِ هَذَا الْجِدَار
“Sungguh aku telah melihat sekarang – sejak aku meng-imami kalian- surga dan neraka digambarkan di kiblat tembok ini..”
(Shahih al-Bukhari 1/150 no.749)
Al-Hafizh ibnu Hajar rahimahullah mengatakan :

وَقَالَ ابْنُ بَطَّالٍ : فِيهِ حُجَّةٌ لِمَالِكٍ فِي أَنَّ نَظَرَ الْمُصَلِّي يَكُونُ إِلَى جِهَةِ الْقِبْلَةِ ، وَقَالَ الشَّافِعِيُّ وَالْكُوفِيُّونَ : يُسْتَحَبُّ لَهُ أَنْ يَنْظُرَ إِلَى مَوْضِعِ سُجُودِهِ ؛ لِأَنَّهُ أَقْرَبُ لِلْخُشُوعِ 
 
“Ibnu Bathal rahimahullah mengatakan : “Di dalam hadits (di atas) terdapat hujjah bagi imam Malik rahimahullah bahwa pandangan orang yang sedang shalat dihadapkan ke arah kiblat.”
Dan Imam Asy-Syafi’I rahimahullah serta ulama2 Kufah mengatakan bahwa disukai bagi orang yang shalat untuk melihat ke arah tempat sujudnya karena itu lebih dekat kepada ke-khusyu’an.”
(Fath Al-Bari 2/271)
Al-Hafizh ibnu Rajab rahimahullah mengatakan :
وأما تغميض البصر فِي الصلاة ، فاختلفوا فِيهِ :
فكرهه الأكثرون ، منهم : أبو حنيفة والثوري والليث وأحمد .
قَالَ مُجَاهِد : هُوَ من فعل اليهود .
 
“Adapun memejamkan mata dalam shalat, maka terdapat ikhtilaf dalam hal ini.
Kebanyakan ulama memakruhkannya, diantara mereka ialah : Abu Hanifah rahimahullah, Ats-Tsauri rahimahullah, Al-Laits rahimahullah dan imam Ahmad rahimahullah.
Mujahid rahimahullah mengatakan : “Memejamkan mata itu termasuk perbuatan orang2 Yahudi.”
(Fathul Bari 6/443)
Dengan demikian dalam madzhab Syafi’i makruh hukumnya memejamkan mata saat shalat
Namun bila di depannya ada perkara yang mengganggu misal gambar , lukisan atau yang dapat mengganggu kekhusyu’an maka boleh kita memejamkan mata
Wallahu a’lam