Apa itu madzhab

Madzhab ialah pendapat seorang ulama mujtahid
Jika kita bisa beribadah langsung mengikuti Al-Quran dan Hadits , kita meneliti sendiri shahih tidaknya, tahu ilmu2 nya, maka silakan langsung tidak perlu bermadzhab
Namun jika sekiranya tidak bisa maka sebaiknya mengikuti pendapat madzhab tertentu agar selamat
Bagaimana tidak, untuk bisa tahu cara takbiratul ihram saja, ada berapa banyak hadits yang perlu kita buka, baik shahih bukhari, muslim, sunan tirmidzi, sunan baihaqi, sunan abu daud, sunan an nasai dan kitab2 hadits lainnya.
Belum lagi rukunnya wudhu, rukun shalat, akan butuh berapa lama untuk membuka kitab2 hadits
Itupun kalau kita tahu ilmunya, ada segudang ilmu yang harus dikuasai, ilmu nahwu shorof, balaghah, mantiq, asbabul wurud, musthalahul hadits dan ilmu2 lainnya.

Akan efisien kalau kita belajar memakai madzhab, dalam safinatun najah langsung disebutkan :
Rukun wudhu 6 : niat, membasuh muka, membasuh tangan, membasuh kepala, membasuh kaki dan tertib

Rukun wudhu yang 6 adalah hasil rangkuman oleh imam madzhab yang dari berbagai hadits-hadits tentang wudhu yang jumlahnya ribuan yang telah disaring hanya yang shahih

Imam madzhab merinci dari ribuan hadits2, mana yang rukun yang wajib dikerjakan (contoh : membasuh muka) , mana yang sunnah (contoh : berkumur) , mana yang makruh (berlebihan air)

Tanpa perlu kita keriting membuka kitab hadits yang kita belum tentu tahu ilmunya, kita bisa tahu dari kitab madzhab yang mana sumbernya dari Al-Quran, hadits, Ijma’ dan Qiyas

Seperti :
kalau kita mau beli Aqua, pabriknya ada di Bekasi
kalau kita tahu jalannya punya ongkosnya kita bisa ke sana
iya kalau kita tahun jalan dan ada ongkos ke sana
tapi kalau kita tidak tahu jalannya, ongkos ke sana tidak punya
lebih baik kita membeli aqua di warung depan rumah
efektif dan efisien, barangnya sama lagi
ngga capek, ngga kesasar
enak kan

Kita bisa beribadah dengan enak
Tahu rukun, sunnah, makruh dan mana yang membatalkan belajar dari imam madzhab
sama lagi dengan yang ada di Al-Quran dan Hadits, karena imam madzhab bersumber dari dua wasiat rasulullah
tidak repot dan tidak kesasar

Efektif dan efisien

Kalau mau tahu dasarnya, ya ngaji lagi , nanti akan disebutkan dalam kitab2 fiqih tingkat lanjut, seperti syarah Al Muhadzab yang disusun oleh Imam Nawawi, ini lho haditsnya membasuh muka riwayatnya shahih, ini lho hadits takbiratul ihram riyawatnya shahih dan lain sebagainya.

Dan tidak perlu malu untuk mengaku bermadzhab sebab ketidaktahuan kita, sebab ulama2 yang alim hafal ratusan ribu hadits seperti imam nawawi, imam ibnu hajar al asqalani, imam ghazali bahkan imam bukhari pun bermadzhab, yakni madzhab Syafi’i.

8 Muharram 1437 H / 21 Oktober 2015

Mahrizal

Iklan

Apa itu Barakah

Barakah adalah tambahnya suatu kebaikan

Apabila kita melakukan kebaikan dan ada nilai tambahnya itu lah Barakah
Apa contoh barakah : hidup tenang hati bahagia, kebutuhannya dicukupi oleh Allah, urusannya dimudahkan oleh Allah

Bagaimana cara memperoleh barakah :
Dengan melaksanakan Syariat agama

Orang yang istiqamah melaksanakan syariat hidupnya akan barakah

Dari semua syariat agama, pokok utamanya ialah shalat berjamaah
Orang yang senantiasa shalat berjamaah hidupnya akan barakah
Kepala keluarga yang rajin berjamaah keluarganya akan barakah

Apa parameter barakah : keluarganya sakinah rukun adem ayem, rezeki lancar, baik dengan tetangga, urusan apapun dimudahkan oleh Allah

Syariat agama tidak hanya ibadah hablum minallah atau membina hubungan yang baik kepada Allah tapi syariat juga mengatur hablum minannas atau membina hubungan yang baik kepada manusia.

Diantara yang mengundang keberkahan adalah mengamalkan berbuat baik kepada manusia, terutama orang tua, saudara, dilanjutkan kepada tetangga dari terdekat, teman, dan masyarakat luas

Silaturahim, senyum saat bertemu sesama muslim, berkata yang santun adalah amalan yang mendatangkan keberkahan

Selamat menikmati keberkahan demi keberkahan yang akan datang pada diri kita dan keluarga kita

Apa itu Hari ‘Asyura

Hari Asyura adalah hari kesepuluh bulan Muharram.

Disunnahkan untuk berpuasa pada hari Asyura berdasarkan hadits Rasulullah saat mengetahui orang yahudi berpuasa untuk memperingati diselamatkannya Nabi Musa alaihis salam dari kejaran Fir’aun dan tentaranya.
Kata Rasulullah, “Kami lebih wajib dan lebih layak mengikuti shaum Musa daripada kalian” , hadistnya shahih riwayat Imam Bukhari

jadilah setelah itu hari ‘Asyura disunnahkan berpuasa.

Pahala puasa hari ‘Asyura luar biasa dengan puasa sehari bisa menghapus dosa setahun yang lalu

Dari Abu Qatadah Al Anshari -radhiallahu anhu- dia berkata:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah ditanya mengenai puasa pada hari ‘Asyura`, beliau menjawab: “Ia akan menghapus dosa-dosa sepanjang tahun yang telah berlalu.” (HR. Muslim no. 1162)

Karena fadhilahnya besar sayang kalau kita lewatkan, sementara setiap hari kita tidak lepas dari dosa, bertambah hari bertambah banyak dosa kita, merupakan kesempatan yang bagus untuk menghapus tumpukan bukit-bukit dosa setahun lalu

Kalau sampai lewat sayang, tahun depan seandainya kita masih hidup itu adalah lembaran hari asyura tahun depan, lembaran hari asyura tahun ini akan kosong yang tidak akan pernah bisa kita isi selama-lamanya.

mumpung masih ada kesempatan, mumpung masih belum lewat, berazamlah kita untuk melaksanakan puasa asyura tahun ini.

Tahun ini Asyura jatuh pada hari jumat 23 Oktober 2015

Selain puasa asyura kita disunnahkan pula untuk berpuasa Tasu’a
Apa itu hari tasu’a
Tasu’a adalah hari kesembilan bulan Muharram
Saat dikatakan 10 Muharram hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nasrani, Rasulullah bersabda :

فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ

“Jika datang tahun depan, insyaaAllah kita akan puasa tanggal 9 (Muharram).”

Hikmahnya ialah untuk menyelisihi kaum yahudi dan nasrani

Selain itu Asyura tahun ini jatuh pada hari jumat, yang mana kalau puasa hari jumat sebaiknya ditambahi hari sebelumnya, kamis atau sesudahnya, sabtu. sebab hari jumat adalah sayyidul ayyam atau pemimpin hari, ada yang mengatakan hari jumat layaknya hari raya umat muslim dalam sepekan, karena kenapa ada shalat jumat dan khutbah jumat sebagaimana ada shalat id dan khutbah saat hari raya idul ftri atau idul adha.

Semoga kita diberi taufik untuk mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam

Selamat berpuasa hari Tasu’a dan ‘Asyura

Rabu, 8 Muharram 1437 H , 21 Oktober 2015

Mahrizal

Agar ibadah tetap Semangat

Boleh saya share..

Saya punya 3 tips buat menjaga ibadah biar tetap semangat.

1. Baca Hadits tentang Keutamaan Ibadah
Kalau mau rajin shalat jamaah di awal waktu baca hadits bab tentang keutamaan shalat jamaah di awal waktu
Nanti kita akan termotivasi

Karena iman naik turun biar stabil baca tiap hari
Saya sama istri tiap bada maghrib atau shubuh baca hadits
Tujuannya buat jaga iman, maklum kalau ga tiap hari iman gampang banget turun
Semalam karena ingin shalat tahajud dan bawaannya biasanya malas, bada maghrib baca kitab minahus saniyah bab shalat tahajud
Saya membacakan di depan istri
Hasilnya saya termotivasi dan bisa bangun jam 4 dan membangunkan istri , padahal selama ini malesnya….

Karena mau masuk bulan Ramadhan, biar semangat dari kemarin2 saya dan istri baca hadits tentang keutamaan bulan Ramadhan, dengan begitu saya dan istri semangat menyambut bulan Ramadhan

Kadang saya minta istri gantian membacakan saya mendengarkan. Saya memakai hadits yang ada terjemahnya. kalau haditsnya panjang baca terjemahnya saja sudah cukup buat memotivasi.

Tips kedua : Manfaatkan Media Sosial

Ikuti grup2 di sosial media yang bisa menyemangati ibadah
Punya fb twitter dan instagram, gunakan buat follow akun2 islami
Meski hanya penggalan2 kalimat tapi tiap hari itu sudah cukup buat mengingatkan kita jadi kita masih dalam rel

Pernah suatu ketika bangun malam mau tahajud beratnya…., begitu buka instagram baca grup islami pas ada kalimat tentang mengingatkan tahajud dan keutamaannya, langsung aku bangun mengambil wudhu

Termasuk whatsapp, meski bukan media sosial, kita bisa memanfaatkan
Kalau kita tahu ada grup2 islami yang bagus, minta gabung, di situ akan banyak yang sharing agama, dan ada budaya saling mengingatkan satu sama lain

Tips ketiga : Manfaatkan youtube

Di youtube ada banyak ceramah ulama yang bisa kita ambil manfaatnya.
Tinggal search ulama siapa atau bab apa akan tampil hasil pencariannya
Memang modal kuota, tapi ngga apa2 buat akhirat ini

Saya sering mendengarkan ceramah agama dari youtube malah aku download buat koleksi, tujuannya biar bisa diulang2 kapanpun. Sambil menyetrika baju iseng dengerin ceramah, baju rapi semangat ibadah nambah.

Ngga hanya dari youtube kalau kita tahu ada situs penyedia mp3 ceramah bisa kita download buat didengarkan sewaktu2.

#just share

Buat Para Suami : Bantulah Istri Mengerjakan Pekerjaan Rumah Tangga

Banyak suami yang merasa bahwa tugasnya hanya bekerja mencari uang dan seluruh pekerjaan rumah tangga adalah pekerjaan istri sehingga dia enggan untuk membantu istri. Saat melihat rumah berantakan dia langsung menyalahkan istri namun dia sendiri hanya santai2 nonton TV tanpa membantu sama sekali.

Padahal kalau kita lihat perilaku Rasulullah shallalhu alaihi wa sallam di dalam rumah, ternyata beliau biasa membantu pekerjaan rumah tangga

Diriwayatkan dari Al-Aswad bin Yazid, ia berkata: “Aku pernah bertanya pada ‘Aisyah: “Apakah yang biasa dilakukan Rasulullah di dalam rumah? ‘Aisyah menjawab: “Beliau biasa membantu keluarga, apabila mendengar seruan Adzan, ia segera keluar (untuk menunaikan Shalat).” (HR. Muslim)

Siti Asiyah Menceritakan bahwa Rasulullah membantu keluarga.

‘Aisyah Radhiallahu anhum, pernah ditanya: “Apakah yang dilakukan Rasulullah di dalam rumah?” ‘Aisyah menjawab: “Beliau adalah seorang manusia biasa, ia menambal pakaian sendiri, memeras susu dan melayani dirinya sendiri.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Urwah bertanya kepada Aisyah, “Wahai Ummul Mukminin, apa yang diperbuat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam jika ia bersamamu di rumah?”, Aisyah menjawab, “Ia melakukan seperti yang dilakukan salah seorang dari kalian jika sedang membantu istrinya, ia memperbaiki sandalnya, menjahit bajunya, dan mengangkat air di ember.” (H.R. Ibnu Hibban)

Hadits di atas menunjukkan Rasulullah membantu istrinya jika di rumah

Mulai sekarang bantulah istri kita,misal mencuci piring, berapa lama sih mencuci piring ? ada sejam , ngga ada kan

atau menyapu , mengepel, berapa lama sih , ngga lama kan

Bantulah istri kita , kita akan tahu betapa berat dan lelahnya ternyata pekerjaan istri setiap hari

kalau perlu  tiap hari kita ambil bagian misal mencuci piring tiap pagi adalah tugas kita atau menyetrika adalah tugas kita, kita kerjakan kalau malam

Percayalah istri akan senang dan lebih respect ke kita, alangkah bahagianya istri mempunyai suami yang pengertian

Sekali2 kalau kita libur kerja bantulah istri kita, kalau perlu buat istri libur selama sehari, larang dia mengerjakan pekerjaan rumah tangga biar dia merasakan istirahat, kita sebagai suami yang mengerjakan, mencuci piring, menyetrika mengepel dsb

Kita kerja cari uang saja ada libur masa istri ngga ada libur , bener ngga

Kerjakan dengan ikhlas

Kita membantu pekerjaan rumah tangga bukan karena agar istri kita senang dan lebih respect ke kita

bukan pula agar dianggap suami yang baik

Tapi kita membantu pekerjaan rumah tangga adalah kita mengikuti contoh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam

Tuma’ninah : Rukun Shalat Yang Kadang Terabaikan

Thuma’ninah artinya tenang atau diam sejenak dalam shalat. Thuma’ninah termasuk dalam rukun shalat.

Abu Hurairah radliallahu ‘anhu mengatakan:
“Beliau melarangku sujud dengan cepat seperti ayam mematuk, duduk seperti duduknya anjing, dan menoleh-noleh seperti rusa.”
(HR.Ahmad)

Hadits di atas menerangkan bahwa sujud harus dengan tuma’ninah , Rasulullah shallallhu ‘alaihi wa sallam melarang kita sujud dengan cepat seperti ayam mematuk

Thuma’ninah ada di 4 tempat , yang kesemuanya adalah termasuk rukun shalat:

1. Ruku

2. I’tidal

3.  Sujud

4. Duduk di antara dua sujud

Lamanya tuma’ninah minimal sekira2 membaca Subhanallah

Artinya jika kita Ruku’ maka tenanglah jangan bergerak2 , Apalagi begitu ruku’ langsung I’tidal tanpa tuma’ninah maka tidak sah shalat kita

Begitu pula saat I’tidal maka tenanglah atau tuma’ninah lah, tangan kita jangan bergerak2 atau melambai2 hanya karena turun dari mengangkat tangan takbir Intiqal

Sama halnya Sujud dan Duduk diantara dua sujud, kita harus tuma’ninah atau tenang sesaat , minimal sekira2 lama membaca Subhanallah

Dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu bahwa beliau pernah melihat ada orang yang tdk menyempurnakan rukuk dan sujud ketika shalat, dan terlalu cepat. Setelah selesai, ditegur oleh Hudzaifah, “Sudah berapa lama anda shalat semacam ini?” Orang ini menjawab: “40 tahun.” Hudzaifah mengatakan: “Engkau tidak dihitung shalat selama 40 tahun.” (karena shalatnya batal). Lanjut Hudzaifah berkata:
وَلَوْ مِتَّ وَأَنْتَ تُصَلِّي هَذِهِ الصَّلَاةَ لَمِتَّ عَلَى غَيْرِ فِطْرَةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
“Jika kamu mati dan model shalatmu masih seperti ini, maka engkau mati bukan di atas fitrah (ajaran) Muhammad shallallahu ‘alaihiwa sallam.” (HR. Ahmad, Bukhari, An-Nasai).

Referensi : Al Mabadiul FIqihiyah

Keutamaan Shalat Dhuha

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

( كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي الضُّحَى أَرْبَعًا ، وَيَزِيدُ مَا شَاءَ اللَّهُ ) .

“Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam shalat Dhuha sebanyak empat (rakaat), kadang beliau menambah sesuai keinginannya.” (Hr. Muslim)

Tidak sedikit yang belum mengetahui fadhilah Shalat Dhuha, padahal shalat Dhuha mempunyai fadhilah yang besar

Dari Abu Dzar radhiallahu anhu, dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda, “

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ ، فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ ، وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ ، وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ ، وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ ، وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ ، وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى  (رواه مسلم، رقم 1181) .

“Pada setiap persendian kalian harus dikeluarkan sedekahnya setiap pagi; Setiap tasbih (membaca subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (membaca Alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (membaca Lailaha illallah) adalah sedekah, setiap takbir (membaca Allahu Akbar) adalah sedekah, amar bil ma’ruf adalah sedekah, nahi ‘anil munkar adalah sedekah. Semua itu dapat terpenuhi dengan (shalat) dua rakaat yang dilakukan di waktu Dhuha.” (HR. Muslim)

Dari Anas bin Malik radhiallahu anhu, dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda,

“Siapa yang shalat Fajar berjamaah, kemudian duduk untuk berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, kemudian dia shalat dua rakaat, maka baginya bagaikan pahala haji dan umrah, sempurna, sempurna, sempurna”((HR. Tirmizi)