Agar ibadah tetap Semangat

Boleh saya share..

Saya punya 3 tips buat menjaga ibadah biar tetap semangat.

1. Baca Hadits tentang Keutamaan Ibadah
Kalau mau rajin shalat jamaah di awal waktu baca hadits bab tentang keutamaan shalat jamaah di awal waktu
Nanti kita akan termotivasi

Karena iman naik turun biar stabil baca tiap hari
Saya sama istri tiap bada maghrib atau shubuh baca hadits
Tujuannya buat jaga iman, maklum kalau ga tiap hari iman gampang banget turun
Semalam karena ingin shalat tahajud dan bawaannya biasanya malas, bada maghrib baca kitab minahus saniyah bab shalat tahajud
Saya membacakan di depan istri
Hasilnya saya termotivasi dan bisa bangun jam 4 dan membangunkan istri , padahal selama ini malesnya….

Karena mau masuk bulan Ramadhan, biar semangat dari kemarin2 saya dan istri baca hadits tentang keutamaan bulan Ramadhan, dengan begitu saya dan istri semangat menyambut bulan Ramadhan

Kadang saya minta istri gantian membacakan saya mendengarkan. Saya memakai hadits yang ada terjemahnya. kalau haditsnya panjang baca terjemahnya saja sudah cukup buat memotivasi.

Tips kedua : Manfaatkan Media Sosial

Ikuti grup2 di sosial media yang bisa menyemangati ibadah
Punya fb twitter dan instagram, gunakan buat follow akun2 islami
Meski hanya penggalan2 kalimat tapi tiap hari itu sudah cukup buat mengingatkan kita jadi kita masih dalam rel

Pernah suatu ketika bangun malam mau tahajud beratnya…., begitu buka instagram baca grup islami pas ada kalimat tentang mengingatkan tahajud dan keutamaannya, langsung aku bangun mengambil wudhu

Termasuk whatsapp, meski bukan media sosial, kita bisa memanfaatkan
Kalau kita tahu ada grup2 islami yang bagus, minta gabung, di situ akan banyak yang sharing agama, dan ada budaya saling mengingatkan satu sama lain

Tips ketiga : Manfaatkan youtube

Di youtube ada banyak ceramah ulama yang bisa kita ambil manfaatnya.
Tinggal search ulama siapa atau bab apa akan tampil hasil pencariannya
Memang modal kuota, tapi ngga apa2 buat akhirat ini

Saya sering mendengarkan ceramah agama dari youtube malah aku download buat koleksi, tujuannya biar bisa diulang2 kapanpun. Sambil menyetrika baju iseng dengerin ceramah, baju rapi semangat ibadah nambah.

Ngga hanya dari youtube kalau kita tahu ada situs penyedia mp3 ceramah bisa kita download buat didengarkan sewaktu2.

#just share

Sampaikah hadiah pahala pada si mayit ?

Kira2 sebulan lalu salah satu teman kerjaku bertanya tentang sampai tidaknya hadiah pahala
ayahnya meninggal dan mengadakan tahlilan namun ternyata ada orang yang datang di rumahnya mengatakan
bahwa tahlilan itu tidak perlu hukumnya bid’ah dan pahalanya tidak sampai pada si mayit
orang tersebut adalah ketua DKM di masjid dekat rumahnya

pertanyaannya adalah benarkah bahwa hadiah pahala tidak sampai?

Agar lebih jelasnya akan aku kutipkan penjelasan dari Buya KH. Siradjuddin Abbas mengenai Hadiah pahala di dalam bukunya
40 Masalah Agama jilid 1 hal 195:

Hakikat Hadiah Pahala

Apakah hakikat hadiah pahala itu?
Setiap orang yang muslim yang berakal diberi pahala oleh Tuhan kalau ia mengerjakan sesuatu amal ‘ibadat. Seseorang yang bersedakah atau berderma kepada fakir miskin mendapat pahala atas amalannya itu, seseorang yang memberikan harta waqaf mendapat pahala atas amalannya, seorang yang berpuasa mendapat pahala atas puasanya itu dan begitulah seterusnya. Tentang hal ini umat islam sedunia sepakat mempercayainya. Karena banyak sekali ayat-ayat Qur’an suci dan hadits-hadits Nabi yang menerangkan hal itu.
Diantaranya firman Tuhan :
“Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan setimbang zarrah(yang kecil) ciscaya ia akan melihat (mendapat) pahalanya”(Az Zalzalah ayat 7).
Ayat ini menyatakan bahwa setiap orang yang mengerjakan kebaikan, walaupun kebaikan itu kecil sebesar debu atau sebesar zarrah niscaya akan diberi Tuhan upah atau pahalanya.

Nah, pahala amala kebaikan yang telah didapat oleh yang mengerjakan dan sudah dalam berada dalam simpanannya, bolehkah dihadiahkannya kepada orang lain, umpamanya kepada ibu bapaknya, kepada karibnya, kepada saudaranya, baik yang telah wafat atau yang masih hidup, adalah bermanfaat kepadanya di akhirat.

Kaum Ahlussunnah wal Jama’ah beri’tiqad (mempercayai) bahwa hal itu boleh  dilakukan, dan orang yang diberi hadiah pahala itu mendapat pahala di akhirat.

Baca lebih lanjut