Keutamaan Ramadhan menurut kitab Durratun Nasihin – Part 3 (habis)

Bismillahirrahmanirrahim…saya akan melanjutkan uraian Keutamaan Ramadhan menurut Durratun Nasihin ini adalah part 3 ,  part yang terakhir

sebelumnya ada part 1 ini di link ini  dan part 2 di link ini,  semoga Allah meridlai pengarang kitabnya yakni Syekh Ustman bin Hasan bin Ahmad Asy Syakir Alkhaubawiyiyi.

Keutamaan Bulan Ramadhan, hal 18

Dan dari Anas bin Maik Dari Nabi as : “Tidak ada doa kecuali antara dia dan langit ada hijab sehingga dibacakan shalawat atas Nabi as maka apabila dibacakan shalawat atas nabi maka terbuka hijab tersebut dan masuklah doa tersebut dan apabila tidak dilakukan seperti itu maka doanya kembali ”

Dikisahkan sesungguhnya ada seseorang dari orang shalih yang duduk tasyahud dan lupa akan shalawat atas Nabi saw, maka dia melihat Rasulullah di dalam mimpinya maka Beliau saw berdiri dan berkata : kenapa kamu lupa shalawat atasku ?
Maka orang itu menjawab : Ya Rasulullah aku sibuk dengan memuji Allah dan ibadah kepadanya maka aku lupa shalawat atasmu, maka berkata Rasulullah saw : apakah kamu mendengar sabdaku: “amal-amal terhenti dan doa-doa terhalangi sehingga dibacakan shalawat atas ku walau sesungguhnya ada seorang hamba datang pada hari kiamat dengan kebaikan ahli dunia dan tapi tidak ada di dalamnya shalawat atasku maka tertolaklah atasnya kebaikannya dan tidak ada sesuatu yang diterima darinya (Zubdatun)

Dan diriwayatkan sesungguhnya Musa as bermunajat kepada tuhannya dan berkata :” Tuhanku apakah engkau memuliakan seseorang seperti engkau muliakan aku sebagaimana engkau perdengarkan kalam-Mu padaku ? Allah berkata : Wahai Musa sesungguhnya aku mempunyai hamba-hamba yang aku keluarkan di akhir zaman maka aku muliakan mereka dengan bulan Ramadhan dan Aku lebih dekat kepada mereka daripada kamu, Maka sesungguhnya Aku berbicara padamu sedangkan antara Aku dan antara kamu ada seribu hijab maka apabila umat Muhammad puasa dan putih bibirnya dan kuning warnanya maka aku angkat hijab itu saat berbuka, Wahai Musa beruntung bagi orang yang haus tenggorokannya dan lapar perutnya di bulan Ramadhan maka aku tidak membalasnya selain bertemu dengan-Ku”

Baca lebih lanjut

Keutamaan Ramadhan menurut kitab Durratun Nasihin – Part 2

Saya akan meneruskan lanjutan kitab Durratun Nasihin yang kemarin part 1 (link di sini) , sekarang saya beri judul part 2

semoga Allah memberi kesempatan dan kekuatan untuk bisa menuliskan lanjutannya nanti di part 3

Keutamaan Bulan Ramadhan , hal 9

Dan dari Ibnu Mas’ud ra dari Nabi Muhammad saw sesungguhnya Beliau berkata : “Sesungguhnya manusia utama yang bersamaku pada hari kiamat adalah yang paling banyak membaca shalawat padaku”

Dan dari Zaid bin Rafi dari Nabi Muhammad saw : “Barangsiapa yang bershalawat padaku 100 kali pada hari Jumat maka Allah mengampuninya walaupun dosanya sebanyak buih di lautan” (Zubdatul Waidzin)

Riwayat Dari Imam Bukhari hadits dari Abu Hurairah:

(Barangsiapa yang berdiri di bulan Ramadhan) maksudnya adalah menghidupkan malam2 nya dengan ibadah selain Lailatul Qadar yang pasti atau maknanya melaksanakan shalat Tarawih di dalamnya,

(Dengan Iman) maksudnya adalah membenarkan pahalanya

( Dan dengan ihtisab) maksudnya adalah dengan ikhlas

(Maka diampuni apa yang telah lalu dari dosa2 nya) . (~ dalamKitab Masayariq)

Maka sepantasnya bagi orang mukmin untuk menghormati bukan Ramadhan dan menjauhi dari kemungkaran dan menyibukkan dengan ketaatan dari shalat, tasbih, dzikir dan Membaca Al-Qur’an

Allah berkata kepada Musa as : Sesungguhnya aku memberi umat Muhammad dengan dua nur(cahaya) supaya tidak dibahayakan oleh dua kegelapan, Musa berkata : Apakah dua nur itu ya Rabb ? Allah berkata : Nur Ramadhan dan Nur Al-Qur’an, Maka berkata Musa : “Dan apakah dua kegelapan itu ya Rabb ?” Allah berkata : “Kegelapan kubur dan kegelapan hari kiamat” (Durratul Wa’idzin)

Baca lebih lanjut