Bid’ah kah Qunut Shubuh ?

Rasanya saya perlu menuliskan tentang ini

akhir2 ini muncul faham yang tidak hanya mengamalkan qunut shubuh namun membid’ah kan qunut shubuh

di buku, di majalah dan di internet sudah banyak yang memfatwakan bahwa qunut shubuh adalah bid’ah

bid’ah kah qunut shubuh

untuk membahas ini saya menyalin tulisan dari suatu buku, yakni 40 masalah Agama jilid 1 , karangan KH. Siradjuddin Abbas, berikut di bawah ini :

QUNUT SHUBUH ADALAH SUNNAT

Menurut Madzhab Imam syafi’I Rhl. Yang kami anut dan yang dianut juga oleh Ulama-ulama besar dalam Madzhab Syafi’i seperti Imam Ghazali, Imam Nawawi, Imam Ibnu Hajar al Haitami, Imam ar Ramli, Imam Khatib Syarbaini, Imam Zakaria al Anshari dan lain lain, bahwa hukum membaca doa qunut dalam sembahyang subuh pada I’tidal rakaat yang kedua adalah sunnat ab’ad. Diberi pahala yang mengerjakannya dan tidak diberi pahala sekalian orang yang meninggalkannya.

Tersebut dalam kitab “Al Majmu”, Syarah Muhadzab, karangan Imam Nawawi Rahimahullah(wafat 676 H), pada jilid ke III halaman 400 begini :

“Dalam madzhab kita (Madzhab Syafi’i) adalah sunnat hukumnya membacado’a qunut dalam sembahyang subuh itu, baik ketika turunnya bala atau tidak. Ini adalah pendapat yang banyak dari ulama ulama salaf, atau katakanlah yang paling banyak, dan juga pendapat ulama ulama yang dibelakang ulama-ulama salaf itu. Diantara yang berpendapat serupa ini adalah Saidina Abu Bakar, Umar bin Khathab, Utsman, Ali, Ibnu Abbas, Bara’ bin ‘Azib Rda”.(Al Majmu’ syarah Muhadzab III halaman 504).
Baca lebih lanjut