Bagaimana Hukumnya Memejamkan Mata Saat Shalat

Hadits pertama :

“Apabila Shalat, Rasulullah shallallahu ‘alaihiwasallam menundukkan kepalanya dan memandang tanah (tempat Sujud)” (HR. Al-Baihaqi dan AL-Hakim)

Dari hadits di atas bisa kita simpulkan Rasulullah saw tidak memejamkan mata dan memandang ke tanah atau tempat sujud nya
Hadits kedua :
Dan imam Al-Bukhari rahimahullah juga telah meriwayatkan dari haditsnya Anas bin Malik radhiyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
قَالَ لَقَدْ رَأَيْتُ الْآنَ مُنْذُ صَلَّيْتُ لَكُمْ الصَّلَاةَ الْجَنَّةَ وَالنَّارَ مُمَثَّلَتَيْنِ فِي قِبْلَةِ هَذَا الْجِدَار
“Sungguh aku telah melihat sekarang – sejak aku meng-imami kalian- surga dan neraka digambarkan di kiblat tembok ini..”
(Shahih al-Bukhari 1/150 no.749)
Al-Hafizh ibnu Hajar rahimahullah mengatakan :

وَقَالَ ابْنُ بَطَّالٍ : فِيهِ حُجَّةٌ لِمَالِكٍ فِي أَنَّ نَظَرَ الْمُصَلِّي يَكُونُ إِلَى جِهَةِ الْقِبْلَةِ ، وَقَالَ الشَّافِعِيُّ وَالْكُوفِيُّونَ : يُسْتَحَبُّ لَهُ أَنْ يَنْظُرَ إِلَى مَوْضِعِ سُجُودِهِ ؛ لِأَنَّهُ أَقْرَبُ لِلْخُشُوعِ 
 
“Ibnu Bathal rahimahullah mengatakan : “Di dalam hadits (di atas) terdapat hujjah bagi imam Malik rahimahullah bahwa pandangan orang yang sedang shalat dihadapkan ke arah kiblat.”
Dan Imam Asy-Syafi’I rahimahullah serta ulama2 Kufah mengatakan bahwa disukai bagi orang yang shalat untuk melihat ke arah tempat sujudnya karena itu lebih dekat kepada ke-khusyu’an.”
(Fath Al-Bari 2/271)
Al-Hafizh ibnu Rajab rahimahullah mengatakan :
وأما تغميض البصر فِي الصلاة ، فاختلفوا فِيهِ :
فكرهه الأكثرون ، منهم : أبو حنيفة والثوري والليث وأحمد .
قَالَ مُجَاهِد : هُوَ من فعل اليهود .
 
“Adapun memejamkan mata dalam shalat, maka terdapat ikhtilaf dalam hal ini.
Kebanyakan ulama memakruhkannya, diantara mereka ialah : Abu Hanifah rahimahullah, Ats-Tsauri rahimahullah, Al-Laits rahimahullah dan imam Ahmad rahimahullah.
Mujahid rahimahullah mengatakan : “Memejamkan mata itu termasuk perbuatan orang2 Yahudi.”
(Fathul Bari 6/443)
Dengan demikian dalam madzhab Syafi’i makruh hukumnya memejamkan mata saat shalat
Namun bila di depannya ada perkara yang mengganggu misal gambar , lukisan atau yang dapat mengganggu kekhusyu’an maka boleh kita memejamkan mata
Wallahu a’lam

Istirahat Kerja : Shalat dulu atau Makan dulu

Istirahat kerja jam 12 pas adzan Dzuhur, mana yang kita dahulukan, Shalat dulu atau makan dulu, yuk kita rinci :

Jika shalat dulu , kita dapat pahala keutamaan shalat di awal waktu dan berjamaah kloter pertama. pahalanya besar namun kekurangannya kalau kita lapar shalat kita jadi nahan lapar, tidak khusyuk.

Jika makan dulu, kita tidak lapar saat shalat nanti, namun kita tidak mendapatkan pahala shalat di awal waktu. Kalau kita makan dulu biasanya ada jeda antara makan dan shalat. istilahnya nurunin makanan dulu beberapa menit. rasanya ngga enak kalau setelah makan langsung shalat gerak naik turun. biasanya istirahat dulu. semakin kita menunda shalat semakin berkurang keutamaan shalatnya.

Oleh karenanya tergantung dari kondisi , Bila kita benar2 lapar, makan dulu tidak apa2 , daripada shalat kepikiran makan maka lebih baik makan dulu. Namun bila lapar masih bisa ditahan paling baik ialah shalat dulu. karena pahala shalat di awal waktu besar apalagi berjamaah di kloter pertama. Lagian sepertinya belum ada kabar orang yang pingsan saat shalat gara2 lapar. Dengan shalat dulu kita menjadi tenang.kalau kita makan dulu kita perlu waktu buat nurunin makanan ke perut istirahat bentar. dan juga tidak ada jaminan juga setelah makan kita bisa khusyu’.

Buat pertimbangan masuk akal ialah kalau mati di jam istirahat. kalau kita mati sudah shalat belum makan tidak masalah. tapi kalau mati belum shalat itu bisa jadi pertanyaan. kenapa waktu sudah masuk tapi belum shalat. 

Wallahu a’lam

Pak Warkidi, Tetangga yang Ahli shalat Jamaah

Aku dan Pak Warkidi
Aku dan Pak Warkidi

Di sini aku punya tetangga, namanya Pak Warkidi, usianya sudah sepuh tapi aku salut , semangat shalat Jamaahnya kuat. Asli Tegal dan merantau ke Jakarta dari tahun 1959 masih zaman Presiden Bung Karno

Orangnya baik sering menolong aku di saat aku butuh bantuan. seperti kemarin memasang antena. saat melihat aku beli antena beliau langsung masuk ke rumah dan mengambilkan bambu untukku, tidak hanya itu saja selepas shalat Ashar beliau membantu memasangkan.

Dari beliau shalat Jamaah aku mengamati ternyata , hampir sebagaian besar keluarganya sering shalat Jamaah di Mushalla termasuk menantunya Bang Joni. Aku mengambil kesimpulan agar anak menantu kita rajin shalat jamaah maka dimulai dulu dari kita sebagai kepala keluarga.

Semoga beliau selalu diberi kesehatan dan diberi kekuatan untuk selalu Shalat Jamaah. Ya Allah muliakanlah beliau dunia akhirat.

Update tanggal 25 Desember 2019

Beliau telah berpulang ke rahmatullah bulan Ramadhan tahun 2018, pada hari Jumat dishalatkan di masjid setelah shalat jumat dengan jamaah yang banyak, semoga Allah ampuni dosa beliau dan beri rahmat pada beliau.

Bekal yang Harus dimiliki oleh Santri Saat Terjun di Masyarakat

Assalamualaikum Wr Wb

Sudah lama tidak update blog

Saat ini saya ingin menulis bekal apa saja sih yang harus dimiliki santri saat terjun di masyarakat, bekal yang harus dimiliki ialah :

1. Bisa Adzan

Santri harus bisa adzan, kalau kita tinggal dekat masjid atau mushalla kan lucu kalau sudah masuk waktu shalat tapi tidak ada yang adzan sementara ada kita di dekatnya. Kita harus bisa adza ngga harus bagus2 amat dilagu, tapi ya jangan jelek2 amat. ini serius, kalau kita bisa adzan kita bisa menggantikan muadzin yang biasa adzan kalau sedang berhalangan. kalau suara kita bagus itu nilai plus, orang akan senang mendengarkan adzan kita. kalau begitu suara kita kan menjadi manfaat. Jangan sampai masjid kosong tidak ada yang adzan.

2. Bisa Jadi Imam Shalat

Ini wajib. Kita harus bisa menjadi imam shalat baik di masjid mushalla atau di tempat kerja. Bukan berarti kita langsung maju begitu iqamat dikumandangkan karena tetap kita persilakan yang lain dulu barangkali ada orang alim. Namun maksud di sini kita harus berani maju menjadi imam apabila dipersilakan.

Menjadi Imam harus tahu syarat dan rukunnya, buka kembali kitab Fiqih apabila kita lupa, bacaan harus bagus, Tajwid harus pas, nilai plus kalau kita bisa murattal, karena bacaan yang ada sedikit lagunya akan lebih enak didengar oleh makmum.

Dalam membaca surat atau ayat jangan terlalu panjang kasihan siapa tahu ada makmum yang sedang ada keperluan. yang proporsional panjangnya. kecuali kita shalat tahajjud sendirian boleh kita panjang bahkan bagus apalagi sekalian melancarkan hafalan.

Prinsip menjadi Imam ialah : Jangan terlalu PD maju langsung menjadi imam karena kita perlu persilakan dulu orang yang lebih alim dari kita, namun Jangan kita menolak jadi Imam kalau kita diminta.

Imam ibarat supir bis yang membawa banyak penumpang harus halus bawanya, tidak terlalu pelan dan tidak terlalu ngebut. yang pas. khusyu dan konsentrasi jangan sampai nabrak maksudnya blank atau lupa bilangan rakaat shalat.

Kalau kita menikah toh kita akan menjadi imam buat istri kita, makanya kita sebagai laki-laki terlebih santri wajib hukumnya bisa menjadi imam.

3. Memimpin Tahlil

Tahlilan adalah budaya masyarakat membaca kirim Alfatihah surat2, ayat dan dzikir2 yang diakhiri dengan doa. Bagi masyarakat memimpin tahlilan , sama halnya imam shalat, biasanya orang yang berilmu juga.

kita harus bisa memimpin tahlil juga, walau bagaimanapun kita adalah calon pemimpin di masyarakat, minimal pemimpin di keluarga. kita harus bisa tahlil dan memimpin tahlil. akan kepakai ko, minimal dalam keluarga, kita ajak istri kita, yuk kita baca yasin tahlil buat orang tua kita. kita mimpin istri makmum. kan indah. dalam scope lebih luas kita mimpin di masyarakat.

4. Memimpin Doa

Sudah menjadi kebiasaan yang dipersilakan memimpin doa yang dianggap paling alim atau ahli ibadah. Kalau orang2 tahu kita dari pesantren adalah wajar kalau mereka meminta kita memimpin doa. Doa apa yang perlu dihafal? :

a. Doa Shalat, jelas karena setelah shalat berjamaah kita mimpin doa setelah dzikir berjamaah

b. Doa Tahlil, jelas karena rangkaian dari satu kesatuan Tahlilan

c. Doa Syukuran atau Selametan, kalau keluarga atau tetangga kita mengadakan syukuran atau selamatan dan butuh doa kita biasanya diminta untuk membacakan doa, nah kita harus bisa

d. Doa2 lain, ada banyak doa yang perlu kita hafal yang akan bermanfaat di masyarakat,contoh : Doa Aqiqah, Doa Shalat Jenazah, dsb penting juga lho

5. Mempunyai Akhlak yang Bagus

Sebelum orang bertanya ilmu kepada kita, orang akan melihat akhlak kita terlebih dahulu. kalau akhlak kita bagus kita akan jadi panutan masyarakat, bahkan akan menjadi buah bibir, “dimana sih pesantrennya?” bahkan tidak mustahil ada tetangga yang ingin menitipkan anaknya juga di pesantren tempat kita. karena apa ? karena keindahan akhlak kita.

Jangan remehkan akhlak. ini serius. ini bukan berarti kita punya akhlak karena ingin dilihat orang, ingin dipuji orang, bukan bukan itu, kita berakhlak harus murni karena Allah  dan ini wajib hukumnya, wajib niat yang lurus dan wajib mengamalkan akhlak yang bagus. karena apa? karena kita sudah belajar di pesantren ? kita sudah dapat kan ? di pelajaran akhlak nah kita amalkan pelajaran yang sudah kita dapat dengan benar2. lagian buat apa sih kita tahu ilmu tidak diamalkan. mubadzir ilmu kita. kita tahu ilmu akhlak ya harus kita amalkan itu yang namanya ilmu yang bermanfaat.

Saya punya cerita, dulu waktu saya kelas 1 SMP di pesantren saat pulang liburan saya berusaha benar2 mengamalkan apa yang diajarkan di pesantren yaitu berakhlakul karimah, shalat berjamaah di mushalla, mencium tangan orang tua, sopan kepada siapapun termasuk mencium tangan orang yang lebih tua. Sering orang2 bertanya “Kamu mondok dimana ?” atau “kamu pesantren di mana?”,  waktu saya naik kelas 2, ada tetangga yang tertarik menitipkan anaknya juga di pesantren saya. kalau begini bukankah secara tidak langsung kita berdakwah dengan akhlak ya, Rasululllah dicintai oleh kaumnya juga karena keindahan akhlak beliau. waktu naik kelas 3 ada lagi tetangga yang ikut menitipkan anaknya di pesantren saya.

Apa rahasianya? akhlak. kita tulus berakhlak mulia karena Allah.

Kalau kata Aa Gym : orang sekarang banyak yang bilang “Susah ya zaman sekarang cari teladan” kata beliau “ya kita saja yang jadi teladan kecil-kecilan”.

Diantara akhlak mulia ialah :

kita tidak boleh berbohong , harus jujur jadi orang dimanapun, yang amanah yang bisa dipercaya orang, ucapan dengan tindakan harus sama, tingkah laku kita harus sopan, santun dalam bertutur kata, selalu menjaga lisan tidak menyakiti hati orang lain, wajah menunjukkan berseri2, ramah dan murah senyum kepada siapapun sehingga orang akan senang dan nyaman bertemu dan bersama kita, sabar tidak pemarah atau pendendam,  mudah meminta maaf dan memaafkan orang lain, suka menolong teman, menghormati orang yang lebih tua. menghargai sesama dan menyayangi yang lebih muda dan semuanya itu harus diniati tulus dan ikhlas Lillahi ta’ala.

Kita punya kewajiban lho membimbing anak istri kita dengan mengajarkan akhlak yang baik, kita perlu mencontohkan terlebih dahulu kepada mereka, sebelum membimbing masyarakat terlebih dahulu kita bimbing keluarga kita, sebab itu yang utama,  kalau keluarga sudah dibimbing, boleh bahkan bagus kita membimbing tetangga dan masyarakat sekitar.

5. Ilmu Fiqih yang Memadai

Ilmu Fiqih memang luas dan dalam, ada kitab banyak, tapi minimal kita tahu dasar2 nya, karena setelah kita terjun di masyarakat tidak jarang mereka bertanya tentang masalah Fiqih, misal shalat dsb. Kita harus bisa menjawab. kalau kita tidak bisa atau tidak tahu, katakan saja jujur tidak tahu jangan jawab sembarangan karena kaitan ibadah apalagi halal haram harus hati2. tapi setelah itu kita harus cari tahu, buka kitab lagi, atau tanya guru kita atau ulama, setelah kita tahu bener2 kita temui dan jawab pertanyaan masyarakat tadi.

6. Fasih Membaca Al-Quran

Al-Quran adalah kalam Allah, kita harus bisa membaca dengan tajwid sesuai panjang pendek dan aturan lainnya. karena tidak jarang orang setelah keluar dari pesantren diminta mengajar AlQuran oleh tetangganya ngajar anak2. ilmu kita bermanfaat bisa mengajarkan kepada yang lain.

Demikian uraian dari saya

Kalau untuk ibadah tidak perlu saya masukkan ke point di atas karena itu sudah menjadi kewajiban kita sebagai orang mukmin untuk istiqamah dalam ibadah.

kalau kata Ust Arifin Ilham :

kalau orang shalat nya bagus ibadah yang lain akan bagus

kalau ibadahnya bagus hidupnya akan bagus

kalau hidupnya bagus matinya pun akan bagus

Ternyata pangkalnya shalat ya dan ujungnya mati,

Tapi emang bener ko kalau kita shalat jamaah 5 waktu hidup kita terasa berkah, rezeki pun lancar,

maaf melenceng sedikit ya, kalau saya sendiri bila rezeki sedang agak sempit, saya akan intropeksi shalat saya dulu dan perbaiki shalat saya.

Boleh cerita sedikit ngga, Dulu pas zaman saya kerja di pabrik sebagai buruh, tahun 2005 tepatnya, saya punya cita2 kuliah karena merantau hanya lulus STM kerja di pabrik mendorong gerobak, waktu sedang pulang kampung saya buka kitab Ta’limul Muta’allim di bagian akhir, saya baca dan tertuju pada tulisan : “Diantara Perkara yang meluaskan rezeki ialah…Datang ke masjid sebelum adzan…..”.

Mulai saat itu saya datang ke masjid atau mushalla awal waktu , saya duduk di dalam menunggu adzan atau waktu shalat sambil dzikir apa saja. dan Allah memang Maha Melihat, apa yang tercantum di kitab benar. Tidak lama setelah itu saya mendapat kemudahan dari Allah bisa mendaftar kuliah. dimudahkan ketemu dengan tempat kuliah dan diberi rezeki yang tidak diduga2 sehingga bisa mendaftar kuliah…

Jadi memang shalat itu kuncinya , agar rezeki banyak, agar hidup berkah, agar keluarga sakinah, agar mati khusnul khatimah

Jawabannya disimpulkan dalam satu kalimat :

“Shalat Berjamaah di Masjid di Awal Waktu dengan Istiqamah.”

Demikian ya tulisan saya semoga ada manfaatnya.

Terima kasih sudah membaca.

Wassalamualaikum Wr Wb

Jakarta, 23 Januari 2014, 02:52

Mahrizal

Posisi Jari-Jemari Saat Shalat

Jarang orang berpikir mengenai fungsi jari-jari tangannya. Seolah dibiarkan bergerak begitu saja. Padahal kita dapat memanfaatkannya sebagai  pendulang pahala, jika mengetahui tata caranya. Karena banyak laku ibadah yang sepele, jika diniati sebagai sebuah kesunnatan akan mendatangkan pahala. Termasuk didalamnya adalah mengenai letak jari-jari dalam shalat.

Jangan biarka jari-jari tangan kita bergerak demikian saja dalam shalat. kadang renggang dan kadang rapat. Karena ada tata cara dan waktu khusus untuk merenggangkan atau merapatkan jari-jari dalam shalat.

Disunnahkan merenggangkan (sekadarnya) jari-jari tangan dalam shalat ketika mengangkat tangan untuk takbiratul ihram, ruku’, bangun dari ruku’ (I’tidal), dan berdiri dari tahiyat awal. Demikian pula sunnah hukumnya merenggangkan jari-jari ketika rukuk. Artinya jari-jari direnggangkan ketika menekan lutut.

Berbeda halnya ketika dalam keadaan sujud. Hendaknya posisi jari-jari rapat dan mengarah kiblat. Tepatnya ketika jari-jari tangan kita menempel pada alas tempat shalat. Demikian pula ketika duduk di antara dua sujud, sebaiknya jari-jari tetap rapat di atas kedua lipatan kaki.

Adapun ketika tahiyat, maka jari-jari tangan kiri tetap rapat mengarah ke kiblat, dan jari-jari tangan kanan menggenggam sambil mendirikan jari telunjuk mengarah ke kiblat.

Demikianlah sedikit informasi tentang posisi jari-jemari tangan dalam shalat sebagaimana diterangkan Syaikh Nawawi al-Bantani dalam Nihayatuz Zain.

Sumber :

http://nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,11-id,44640-lang,id-c,syariah-t,Posisi+Jari+Jemari+Ketika+Shalat-.phpx

Al Mabadiul Fiqhiyah Juz 1

Disusun Oleh Ustadz Umar Abdul Jabbar

Tanya : Apakah Islam ?
Jawab : Islam yaitu Agama yang Allah mengutus Nabi Muhammad dengannya untuk hidayah manusia dan kebahagiannya

Tanya : Berapakah Rukun Islam ?
Jawab : Rukun Islam ada lima : Yang pertama Menyaksikan bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan adalah Nabi Muhammad utusan Allah,
Yang kedua Mendirikan Shalat, Yang ketiga Membayar zakat, Yang keempat Puasa Ramadlan, Yang kelima Haji ke Baitullah bagi yang Mampu

Tanya  : Apa makna “Asyhadu An Laa ilaaha Illallah” ?
Jawab  : Maknanya adalah bahwa saya meyakini sesungguhnya Allah itu satu tidak ada sekutu bagi-Nya dalam beribadah kepada-Nya dan dalam kekuasaan-Nya

Tanya  : Apa makna “Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah”?
Jawab  : Maknanya adalah bahwa saya meyakini sesunguhnya Sayyidina Muhammad adalah utusan Allah untuk seluruh makhluk dan wajib mentaati apa yang diperintahnya dan
membenarkan apa yang dikabarkannya dan menjauhi apa yang dilarangnya

Baca lebih lanjut

Bid’ah kah Qunut Shubuh ?

Rasanya saya perlu menuliskan tentang ini

akhir2 ini muncul faham yang tidak hanya mengamalkan qunut shubuh namun membid’ah kan qunut shubuh

di buku, di majalah dan di internet sudah banyak yang memfatwakan bahwa qunut shubuh adalah bid’ah

bid’ah kah qunut shubuh

untuk membahas ini saya menyalin tulisan dari suatu buku, yakni 40 masalah Agama jilid 1 , karangan KH. Siradjuddin Abbas, berikut di bawah ini :

QUNUT SHUBUH ADALAH SUNNAT

Menurut Madzhab Imam syafi’I Rhl. Yang kami anut dan yang dianut juga oleh Ulama-ulama besar dalam Madzhab Syafi’i seperti Imam Ghazali, Imam Nawawi, Imam Ibnu Hajar al Haitami, Imam ar Ramli, Imam Khatib Syarbaini, Imam Zakaria al Anshari dan lain lain, bahwa hukum membaca doa qunut dalam sembahyang subuh pada I’tidal rakaat yang kedua adalah sunnat ab’ad. Diberi pahala yang mengerjakannya dan tidak diberi pahala sekalian orang yang meninggalkannya.

Tersebut dalam kitab “Al Majmu”, Syarah Muhadzab, karangan Imam Nawawi Rahimahullah(wafat 676 H), pada jilid ke III halaman 400 begini :

“Dalam madzhab kita (Madzhab Syafi’i) adalah sunnat hukumnya membacado’a qunut dalam sembahyang subuh itu, baik ketika turunnya bala atau tidak. Ini adalah pendapat yang banyak dari ulama ulama salaf, atau katakanlah yang paling banyak, dan juga pendapat ulama ulama yang dibelakang ulama-ulama salaf itu. Diantara yang berpendapat serupa ini adalah Saidina Abu Bakar, Umar bin Khathab, Utsman, Ali, Ibnu Abbas, Bara’ bin ‘Azib Rda”.(Al Majmu’ syarah Muhadzab III halaman 504).
Baca lebih lanjut