Mengantar Mertua Pulang Naik Kereta

Malam ini saya mengantar mertua ke stasiun senen. Beliau akan pulang ke Pemalang setelah Sabtu Minggu kemarin menghadiri kondangan di Rajeg Tangerang.

Stasiun Pasar Senen

Stasiun Pasar Senen

Sesampainya di stasiun senen saya segera mencari pintu peron nya. Terlihat banyak orang yang duduk lesehan di depan pintu peron.

Setelah tanya2 kereta Tawang jaya yang mau dinaiki mertua ternyata bukanya jam 22.00 pintu peronnya. Jadilah saya mertua dan rombongan menunggu seperti orang2 lainnya duduk ngelemprak atau lesehan. Lama2 gerah juga ternyata hawa terasa panas. Saya perhatikan ternyata lantainya bersih , kelihatan sering dipel pantes orang2 pada nyaman duduk di lantai.

Stasiun Pasar Senen

Stasiun Pasar Senen

Setelah kereta Senja utama berangkat pada pukul 22.00 barulah boarding untul kereta tawang jaya dibuka. Serentak orang berdiri mengantri persiapan. Antriannya langsung mengular. Ternyata begini kalau mau pulang kampung pakai kereta.
Mungkin nanti pas mau mudik saya dan anak istri merasakan seperti itu. Insya Allah mudik tahun ini saya naik kereta setelah tahun kemarin mudik macetnya masya Allah…

Anakku kecapekan tidur di KRL

Anak saya kecapekan tidur di KRL

Mertua dan rombongan segera mengikuti antrian. Meski antrian panjang mengular ternyata cepet juga lho. Setelah salaman saya dan anak segera menuju loket KRL untuk pulang

.

Kini saya sudah berada di KRL jurusan Depok. Sementara anak sudah tidur di kursi panjang KRL. Maklum dia kecapekan setelah tadi ikut istri, mertua dan rombongan pergi ke monas. Capek pasti. Kata istri sekarang monas hari senin tutup, peraturan baru kata petugas sana. Jadilah mereka tidak jadi masuk monumen nya apalagi naik ke puncak munas.

Tidak hanya anak sepertinya istri dan yang lain juga kecapekan termasuk rombongan mertua

Semoga mertua dan rombongan selamat sampai tujuan, Pemalang

Akhirnya saya akhiri tulisan ini, sementara KRL sedang berhenti di stasiun Tanah Abang dan mau diberangkatkan lagi….

25 Mei 2015 22:49

Mahrizal

Mempersempit Ruang Gerak Tikus

Tikus di rumah memang bikin kesel. tapi kalau kita intropeksi kadang yang salah kita juga lho. Saya sudah membuktikan.

Di rumah ada tikus yang kalau tiap malam pesta di dapur. browsing2 artikel nemu cara mengusir tikus

1. Racun tikus , ini belum pernah saya terapkan , saya kuatir mati di atas atap yang bau bangkainya menyengat tapi susah diambil

2. Daun sirsak, saya pernah pakai ini tapi ternyata hanya sementara, kalau daun sirsak nya masih berbau, kalau daun sirsak nya sudah layu dan kering , tikus kembali beraksi

3. Kapur Barus, ini juga saya pernah , sama seperti daun sirsak, kalau makin kecil kapur barusnya , tikus masih berkeliaran, tapi entah saya yang salah beli kapur barus kali ya, saya beli nya yang warna warni jadi kayaknya tikus masih pada meleng buktinya kotoran tikus masih saya temui di mana2

4. Memelihara predator atau katakanlah kucing, saya sudah membuktikan meski semalam dua malam, memang tikus takut tapi konsekuensinya kucingnya bisa pipis pup atau muntah di mana saja. nutup masalah satu tapi bisa muncul masalah lain.

5. Menjaga kebersihan , ini yang sedang saya lakukan. Mulai beberapa malam yang lalu sebelum tidur saya mencuci piring agar tidak ada sisa makanan di dapur. saya jadi menyadari banyaknya tikus di dapur selama ini dan pesta kalau malam adalah karena ada sisa makanan di piring2 yang belum dicuci, selama ini memang nyuci piring kalau pagi. pantesan banyak tikus kalau malam. berarti selama ini saya secara tidak langsung ternak tikus, karena mereka makan sisa makanan yang ‘disediakan’ tiap malam…. Akhirnya setelah tahu ini saya mendadak rajin nyuci piring kalau malam2, meski pulang kerja malam saya paksakan nyuci piring, daripada malam2 berisik ribut tikus.

Selain itu perhatikan tempat sembunyi tikus,  juga usahakan jangan ada tempat buat sembunyi tikus..jangan ada tempat kumuh…buat dapur bersih dan rapi..

Saya sudah membuktikan setelah waktu itu bersih2 dan rapi2 dapur serta rajin nyuci piring kalau malam alhamdulillah pelan2 tikus berkurang…suara tikus di malam hari jadi jarang terdengar.

#Semoga saja saya bisa istiqomah

Kesimpulan :

Dari semua cara di atas yang paling pas menurut saya no 5  yakni menjaga kebersihan. kalau dapur bersih rapi tikus akan malu tidak ada tempat buat ngumpet, dan kalau tidak ada sisa makanan di dapur tikus akan kelaparan . Lama2 tikus tidak nyaman di rumah kita akhirnya hijrah ke tempat lain…

Buat Para Suami : Bantulah Istri Mengerjakan Pekerjaan Rumah Tangga

Banyak suami yang merasa bahwa tugasnya hanya bekerja mencari uang dan seluruh pekerjaan rumah tangga adalah pekerjaan istri sehingga dia enggan untuk membantu istri. Saat melihat rumah berantakan dia langsung menyalahkan istri namun dia sendiri hanya santai2 nonton TV tanpa membantu sama sekali.

Padahal kalau kita lihat perilaku Rasulullah shallalhu alaihi wa sallam di dalam rumah, ternyata beliau biasa membantu pekerjaan rumah tangga

Diriwayatkan dari Al-Aswad bin Yazid, ia berkata: “Aku pernah bertanya pada ‘Aisyah: “Apakah yang biasa dilakukan Rasulullah di dalam rumah? ‘Aisyah menjawab: “Beliau biasa membantu keluarga, apabila mendengar seruan Adzan, ia segera keluar (untuk menunaikan Shalat).” (HR. Muslim)

Siti Asiyah Menceritakan bahwa Rasulullah membantu keluarga.

‘Aisyah Radhiallahu anhum, pernah ditanya: “Apakah yang dilakukan Rasulullah di dalam rumah?” ‘Aisyah menjawab: “Beliau adalah seorang manusia biasa, ia menambal pakaian sendiri, memeras susu dan melayani dirinya sendiri.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Urwah bertanya kepada Aisyah, “Wahai Ummul Mukminin, apa yang diperbuat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam jika ia bersamamu di rumah?”, Aisyah menjawab, “Ia melakukan seperti yang dilakukan salah seorang dari kalian jika sedang membantu istrinya, ia memperbaiki sandalnya, menjahit bajunya, dan mengangkat air di ember.” (H.R. Ibnu Hibban)

Hadits di atas menunjukkan Rasulullah membantu istrinya jika di rumah

Mulai sekarang bantulah istri kita,misal mencuci piring, berapa lama sih mencuci piring ? ada sejam , ngga ada kan

atau menyapu , mengepel, berapa lama sih , ngga lama kan

Bantulah istri kita , kita akan tahu betapa berat dan lelahnya ternyata pekerjaan istri setiap hari

kalau perlu  tiap hari kita ambil bagian misal mencuci piring tiap pagi adalah tugas kita atau menyetrika adalah tugas kita, kita kerjakan kalau malam

Percayalah istri akan senang dan lebih respect ke kita, alangkah bahagianya istri mempunyai suami yang pengertian

Sekali2 kalau kita libur kerja bantulah istri kita, kalau perlu buat istri libur selama sehari, larang dia mengerjakan pekerjaan rumah tangga biar dia merasakan istirahat, kita sebagai suami yang mengerjakan, mencuci piring, menyetrika mengepel dsb

Kita kerja cari uang saja ada libur masa istri ngga ada libur , bener ngga

Kerjakan dengan ikhlas

Kita membantu pekerjaan rumah tangga bukan karena agar istri kita senang dan lebih respect ke kita

bukan pula agar dianggap suami yang baik

Tapi kita membantu pekerjaan rumah tangga adalah kita mengikuti contoh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam

Tuma’ninah : Rukun Shalat Yang Kadang Terabaikan

Thuma’ninah artinya tenang atau diam sejenak dalam shalat. Thuma’ninah termasuk dalam rukun shalat.

Abu Hurairah radliallahu ‘anhu mengatakan:
“Beliau melarangku sujud dengan cepat seperti ayam mematuk, duduk seperti duduknya anjing, dan menoleh-noleh seperti rusa.”
(HR.Ahmad)

Hadits di atas menerangkan bahwa sujud harus dengan tuma’ninah , Rasulullah shallallhu ‘alaihi wa sallam melarang kita sujud dengan cepat seperti ayam mematuk

Thuma’ninah ada di 4 tempat , yang kesemuanya adalah termasuk rukun shalat:

1. Ruku

2. I’tidal

3.  Sujud

4. Duduk di antara dua sujud

Lamanya tuma’ninah minimal sekira2 membaca Subhanallah

Artinya jika kita Ruku’ maka tenanglah jangan bergerak2 , Apalagi begitu ruku’ langsung I’tidal tanpa tuma’ninah maka tidak sah shalat kita

Begitu pula saat I’tidal maka tenanglah atau tuma’ninah lah, tangan kita jangan bergerak2 atau melambai2 hanya karena turun dari mengangkat tangan takbir Intiqal

Sama halnya Sujud dan Duduk diantara dua sujud, kita harus tuma’ninah atau tenang sesaat , minimal sekira2 lama membaca Subhanallah

Dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu bahwa beliau pernah melihat ada orang yang tdk menyempurnakan rukuk dan sujud ketika shalat, dan terlalu cepat. Setelah selesai, ditegur oleh Hudzaifah, “Sudah berapa lama anda shalat semacam ini?” Orang ini menjawab: “40 tahun.” Hudzaifah mengatakan: “Engkau tidak dihitung shalat selama 40 tahun.” (karena shalatnya batal). Lanjut Hudzaifah berkata:
وَلَوْ مِتَّ وَأَنْتَ تُصَلِّي هَذِهِ الصَّلَاةَ لَمِتَّ عَلَى غَيْرِ فِطْرَةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
“Jika kamu mati dan model shalatmu masih seperti ini, maka engkau mati bukan di atas fitrah (ajaran) Muhammad shallallahu ‘alaihiwa sallam.” (HR. Ahmad, Bukhari, An-Nasai).

Referensi : Al Mabadiul FIqihiyah

Keutamaan Shalat Dhuha

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

( كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي الضُّحَى أَرْبَعًا ، وَيَزِيدُ مَا شَاءَ اللَّهُ ) .

“Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam shalat Dhuha sebanyak empat (rakaat), kadang beliau menambah sesuai keinginannya.” (Hr. Muslim)

Tidak sedikit yang belum mengetahui fadhilah Shalat Dhuha, padahal shalat Dhuha mempunyai fadhilah yang besar

Dari Abu Dzar radhiallahu anhu, dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda, ”

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ ، فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ ، وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ ، وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ ، وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ ، وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ ، وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى  (رواه مسلم، رقم 1181) .

“Pada setiap persendian kalian harus dikeluarkan sedekahnya setiap pagi; Setiap tasbih (membaca subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (membaca Alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (membaca Lailaha illallah) adalah sedekah, setiap takbir (membaca Allahu Akbar) adalah sedekah, amar bil ma’ruf adalah sedekah, nahi ‘anil munkar adalah sedekah. Semua itu dapat terpenuhi dengan (shalat) dua rakaat yang dilakukan di waktu Dhuha.” (HR. Muslim)

Dari Anas bin Malik radhiallahu anhu, dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda,

“Siapa yang shalat Fajar berjamaah, kemudian duduk untuk berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, kemudian dia shalat dua rakaat, maka baginya bagaikan pahala haji dan umrah, sempurna, sempurna, sempurna”((HR. Tirmizi)

Ghibah dan Suka Mencari Kesalahan Orang Lain

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

يَا مَعْشَرَ مَنْ آمَنَ بِلِسَانِهِ وَلم يَدْخُل الإيمَانُ قَلْبَهُ ! لاَ تَغْتَابُوا الْمُسْلِمِيْنَ وَلاَ تَتَّبِعُوا عَوْرَاتِهِمْ فَإِنَّهُ مَنْ تَتَبَّعَ عَوْرَةَ أَخِيْهِ الْمُسْلِمِ تَتَبَّعَ اللهُ عَوْرَتَهُ وَمَنْ تَتَبَّعَ اللهُ عَوْرَتَهُ يَفْضَحْهُ وَلَوْ فِي جَوْفِ بَيْتِهِ

“Wahai orang-orang yang beriman dengan lisannya akan tetapi iman belum masuk kedalam hatinya, janganlah kalian menghibahi kaum muslimin, dan janganlah pula mencai-cari aib mereka, sesungguhnya barang siapa yang mencari-cari aib saudaranya sesama muslim maka Allah akan mencari-cari kesalahannya, dan barangsiapa yang Allah mencari-cari kesalahannya maka Allah akan mempermalukannya meskipun ia berada di dalam rumahnya” (HR Abu Dawud)

Ngeri ya ancaman Allah. Mending jangan coba2 deh cari2 kesalahan orang lain. Ngeri Allah kalau sudah tidak suka sama kita dan mempermalukan kita dunia akhirat.

Bagaimana kalau di depan kita ada yang Ghibah

Kalau berani kita ingatkan, sejatinya kita menyelamatkan saudara kita yang sedang ghibah agar tidak dibuka aibnya sama Allah. Mungkin dia khilaf. Dan itu bisa menjadi ladang pahala buat kita :

“Dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran” (Surat Al-‘Ashr:3)

Kalau tidak berani, lebih baik tinggalkanlah mereka yang sedang berghibah, lebih baik menyelamatkan telinga kita agar meminimalkan pertanggung jawaban di akhirat kelak. Dosa kita sudah terlalu banyak.

Dan percayalah  sekali saja kita dengarkan ghibah, setiap kita melihat saudara kita yang dighibahi bawaan kita akan suudzan. Setiap lihat  akan suudzan. Bertambahlah saldo rekening dosa kita. Na’udzubillahi min dzalik

Tidak berani mengingatkan dan meninggalkan karena hanya berdua, Alihkan pembicaraan ke bahasan lain, Cari cara bagaimana agar kita selamat dari dosa ghibah.

Wallahu a’lam

Indahnya Menutupi Aib Saudara Muslim

Rasulullah shallallahu alaihi was sallam bersabda :

مَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ.

“Barangsiapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya.”
(Hr. Al-Bukhari no. 2442 dan Muslim no. 2580 dari hadits Ibnu Umar radhiyallahu anhuma, serta Muslim no. 2699 dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu anhu)

Dalam Fadhail Amal  yang disusun Maulana Muhammad Zakaria Al Kandhalawi :

“Abdullah bin Umar r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda,
“Pada hari kiamat Allah akan memanggil seorang yang beriman ke sisi-Nya, lalu Allah menutupkan tirai ke kepalanya, sehingga tidak seorang pun yang dapat melihat wajahnya. kemudian Allah akan mengingatkan semua kemaksiatan dan kedzaliman yang pernah dilakukannya, sehingga setiap dosa-dosa itu diakuinya. maka orang itu pun merasa bahwa dia akan binasa karena dosa-dosanya. Kemudian Allah berfirman, “Di dunia Aku telah menutupi aib-aib mu, dan sekarang pun Aku akan menyembunyikan aib-aibmu dan mengampunimu” .
(Fadhail Amal : 512)

Kedua hadits di atas menunjukkan keutamaan menyembunyikan aib seorang muslim yang sejatinya mereka adalah saudara seiman kita.

Tidak perlu kita ceritakan kepada yang lain. Simpan saja rapat2 agar Allah menyembunyikan aib kita di dunia dan di akhirat.

Di Mahkamah Allah yang begitu dahsyat, wajah kita akan ditutupi saat diinterogasi sama Allah agar kita tidak malu dilihat seluruh manusia dengan banyaknya aib kita.